STIE MUTTAQIENSTIE MUTTAQIEN

Eqien - Jurnal Ekonomi dan BisnisEqien - Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Turnover dan rotasi insinyur di bagian teknis terjadi secara teratur. Hal ini disebabkan oleh rotasi insinyur ke departemen lain, promosi jabatan, dan pengunduran diri karyawan. Selain itu, ada masalah seperti kurangnya rotasi insinyur di bagian teknis sendiri, kurangnya transfer pengetahuan dan komunikasi antar individu, serta kekurangan kompetensi manajerial. Di sisi lain, bagian produksi menghadapi masalah dengan pengawasnya. Masalah ini berasal dari keragaman kompetensi dan pengetahuan setiap pengawas, proses adaptasi yang lambat di posisi baru, serta kekurangan kompetensi dalam etika bisnis dan komitmen organisasi. Dari dampak masalah yang ada, pengetahuan harus dilihat sebagai aset bisnis strategis. Tujuan penelitian ini adalah (i) memetakan pengetahuan untuk mendapatkan gambaran tentang pengetahuan yang telah dimanfaatkan oleh organisasi, (ii) menganalisis kritikalitas setiap pengetahuan dalam mendukung peningkatan kemampuan dan kinerja karyawan. Metode penelitian menggunakan pemetaan pengetahuan dan analisis gap. Setelah mengembangkan sistem manajemen pengetahuan di Departemen Jupiter, semua karyawan dapat belajar dari kesalahan orang lain dan memanfaatkan pencapaian masing-masing. Karyawan baru dan lama memperoleh pengetahuan pekerjaan lebih cepat, mengurangi waktu pelatihan, dan memberikan kualitas pekerjaan yang lebih tinggi. Sistem manajemen pengetahuan perusahaan memungkinkan karyawan dan departemen bekerja lebih efisien, menghindari pengulangan proses, dan mengurangi pekerjaan yang tumpang tindih.

Pengembangan sistem manajemen pengetahuan di Departemen Jupiter berhasil meningkatkan kemampuan dan kinerja karyawan.Karyawan dapat belajar dari kesalahan orang lain dan memanfaatkan pencapaian masing-masing.Sistem ini mempercepat proses pembelajaran, mengurangi waktu pelatihan, serta meningkatkan kualitas pekerjaan.Selain itu, sistem manajemen pengetahuan memungkinkan karyawan dan departemen bekerja lebih efisien, menghindari pengulangan proses, dan mengurangi pekerjaan yang tumpang tindih.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan sistem manajemen pengetahuan yang lebih terintegrasi dengan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi transfer pengetahuan. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara metode pemetaan pengetahuan dan analisis gap di berbagai departemen perusahaan untuk mengevaluasi efektivitasnya. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi pengaruh kompetensi manajerial terhadap kinerja karyawan dalam konteks manajemen pengetahuan, dengan fokus pada strategi pengembangan kapasitas manajerial yang berkelanjutan.

Read online
File size364.75 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test