SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA

Jurnal Kesehatan Medika SaintikaJurnal Kesehatan Medika Saintika

Deteksi Dini Tumbuh Kembang adalah kegiatan/ pemeriksaan untuk mengetahui tumbuh kembang anak normal atau ada penyimpangan. Cakupan DDTK di Puskesmas Pagambiran Padang tahun 2014 yaitu 35.5 % dari target pemerintah 90%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dan dukungan tenaga kesehatan dengan pelaksanaan DDTK pada anak balita di Kelurahan Batuang Taba Wilayah Kerja Puskesmas Pagambiran Padang tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain penelitian cross sectional study. Penelitiandilakukan di Kelurahan Batuang Taba Wilayah Kerja Puskesmas Pagambiran Padang pada Agustus tahun 2015. Populasiberjumlah 250 orang. Sampel diambil secara Systematic Random Sampling yang berjumlah 71 orang. Data dikumpulkan melalui data primer dan data sekunder, diolah secara editing, coding, processing, tabulating dan cleaning, dan dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Sebagian kecil responden (29, 58%) tidak melaksanakan DDTK pada anak balita, sebagian kecil responden (32,39%) berpengetahuan rendah, sebagian kecil responden (40,85%) menyatakan ada dukungan tenaga kesehatan, didapatkan ²h= 15 untuk hubungan tingkat pengetahuan ibudengan pelaksanaan DDTK dan ²h = 13,6 untuk hubungandukungan tenaga kesehatan dengan pelaksanaan DDTK pada anak balitadi Kelurahan Batuang Taba Wilayah Kerja Puskesmas Pagambiran Padang tahun 2015. Ada hubungan tingkat pengetahuan dan dukungan tenaga kesehatan dengan pelaksanaan DDTK pada anak balita. Disarankan pada tenaga kesehatan Puskesmas Pagambiran untuk dapat memberikan informasi atau penyuluhan kesehatan tentang pelaksanaan dan manfaat DDTK pada anak balita.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dan dukungan tenaga kesehatan dengan pelaksanaan Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) pada anak balita di Kelurahan Batuang Taba Wilayah Kerja Puskesmas Pagambiran Padang tahun 2015.Oleh karena itu, tenaga kesehatan Puskesmas Pagambiran diharapkan dapat meningkatkan informasi dan penyuluhan mengenai pelaksanaan dan manfaat DDTK pada anak balita untuk meningkatkan cakupan pelayanannya.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu dan dukungan tenaga kesehatan terhadap pelaksanaan DDTK, seperti persepsi, kepercayaan, dan hambatan yang dihadapi. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain kohort dapat dilakukan untuk mengetahui dampak jangka panjang dari pelaksanaan DDTK terhadap tumbuh kembang anak balita, sehingga dapat memberikan bukti yang lebih kuat mengenai efektivitas program tersebut. Ketiga, penelitian intervensi dapat dilakukan untuk menguji efektivitas program edukasi dan konseling yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan dukungan tenaga kesehatan terhadap pelaksanaan DDTK, dengan melibatkan berbagai pihak terkait seperti kader posyandu, tokoh masyarakat, dan guru PAUD.

Read online
File size191.05 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test