STTKAOSTTKAO

Jurnal of Theological Students, jurnal teologi, jurnal pendidikaJurnal of Theological Students, jurnal teologi, jurnal pendidika

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena pertumbuhan jemaat di Gereja Beth-El Tabernakel Kristus Alfa Omega (GBT KAO) Boja yang terjadi tanpa aktivitas penginjilan formal, baik oleh hamba Tuhan maupun jemaat. Hal ini mendorong peneliti untuk menyelidiki faktor-faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan gereja, meskipun secara teori penginjilan merupakan unsur utama dalam pertumbuhan gereja secara kuantitatif dan pelaksanaan Amanat Agung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan gereja di GBT KAO Boja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan gereja dipengaruhi oleh penginjilan, kepemimpinan yang memberdayakan, serta keterlibatan aktif jemaat dalam pelayanan, dengan keseimbangan antara pertumbuhan kualitas dan kuantitas sebagai kunci pertumbuhan gereja yang sehat dan berkelanjutan.

Penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan gereja dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal seperti kepemimpinan yang memberdayakan, keterlibatan aktif jemaat dalam pelayanan, serta faktor eksternal seperti penginjilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.Keseimbangan antara pertumbuhan kualitas dan kuantitas serta penguatan aspek rohani seperti pengajaran firman, peran Roh Kudus, dan kasih antar jemaat menjadi kunci utama untuk gereja yang sehat dan berkelanjutan.Oleh karena itu, disarankan agar program pelatihan rohani dan pemberdayaan jemaat dievaluasi secara menyeluruh serta struktur pelayanan disesuaikan dengan dinamika zaman untuk meningkatkan efektivitas misi gereja.

Penelitian lanjutan dapat meneliti sejauh mana penggunaan media digital dalam kegiatan penginjilan dapat meningkatkan jumlah anggota gereja serta kualitas pertumbuhan rohani pada gereja serupa dengan GBT KAO Boja. Selanjutnya, penting untuk mengkaji pengaruh dinamika kelompok kecil (komsel) terhadap tingkat retensi dan partisipasi jemaat, dengan fokus pada faktor‑faktor yang memfasilitasi keterlibatan emosional dan spiritual anggota. Penelitian juga dapat membandingkan beberapa model kepemimpinan yang memberdayakan, seperti kepemimpinan partisipatif, transformasional, dan servant‑leadership, untuk menentukan model mana yang paling efektif dalam meningkatkan motivasi pelayanan dan pertumbuhan gereja. Selain itu, studi longitudinal mengenai dampak program pelatihan rohani yang terstruktur terhadap keseimbangan pertumbuhan kualitas‑kuantitas gereja dapat memberikan bukti empiris bagi perencanaan strategi jangka panjang. Akhirnya, evaluasi intervensi yang mengintegrasikan penginjilan berbasis kebutuhan komunitas dengan pendekatan pelayanan sosial dapat mengungkap sinergi yang berpotensi memperluas jangkauan misi gereja di era modern.

Read online
File size378.2 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test