UAIUAI

JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORAJURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA

Penelitian ini bertujuan untuk memotret citra pemuda muslim di media nasional Jawa Pos online dengan menggunakan analisis linguistik berbasis korpus. Kecenderungan dan keberpihakan media dalam mencitrakan remaja muslim dapat menggiring opini publik baik positif, negatif, maupun netral. Penelitian ini merupakan studi teks menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif deskriptif, dengan mengumpulkan berita dengan kata kunci pemuda muslim/Islam pada Media Jawa Pos Online dan didapatkan 39 berita dengan 12.636 kata. Teks berita tersebut kemudian dianalisis dan diaplikasikan dengan menggunakan Antcont untuk mendapatkan fitur linguistik frekuensi kata, kolokasi dan konkordansi dengan analisis linguistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; frekuensi kata yang muncul dan signifikan bermakna bahwa media Jawa Pos online dalam memberitakan pemuda muslim cenderung umum, dengan keterlibatan kegiatan pemerintah di tempat ibadah yaitu masjid. Adapun kemunculan kolokasi lebih cenderung pada pemberitaan pemuda masjid, meski ada kecenderungan unsur politik dan menyiratkan pesan dan aksi yang harus dilakukan oleh pemuda. Sedangkan dengan kemunculan konkordansi, media ini memberikan definisi hingga opini tentang pemaknaan pemuda muslim secara umum baik negatif, netral maupun positif, dan lebih sering memunculkan pemberitaan dengan kecenderungan yang positif dan berimbang. Dengan ini media nasional Indonesia selayaknya memberitakan secara berimbang dalam mengkonstruksi citra pemuda muslim di Indonesia, yang mayoritas penduduknya muslim.

Penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan Jawa Pos Online tentang pemuda muslim cenderung umum, dengan frekuensi kata menonjolkan keterlibatan pemerintah di masjid.Kolokasi yang muncul lebih banyak menyoroti pemuda di lingkungan masjid serta mengandung unsur politik dan pesan aksi bagi pemuda.Analisis konkordansi mengungkap definisi pemuda muslim dalam tiga pola (negatif, netral, positif), namun secara dominan menampilkan citra positif dan berimbang.

Penelitian selanjutnya dapat menguji perbedaan representasi pemuda Muslim antara Jawa Pos Online dan setidaknya dua portal berita nasional lainnya (misalnya Detik.com dan Kompas.com) menggunakan pendekatan korpus linguistik untuk mengidentifikasi variasi frekuensi kata, kolokasi, dan konkordansi. Selain itu, peneliti dapat melakukan studi longitudinal yang melacak perubahan citra pemuda Muslim dalam pemberitaan Jawa Pos selama periode sepuluh tahun, dengan fokus pada dampak peristiwa sosial‑politik utama seperti pemilihan umum atau insiden terorisme, sehingga dapat mengungkap dinamika pergeseran narasi seiring waktu. Selanjutnya, untuk memahami bagaimana publik menerima dan menafsirkan citra tersebut, studi mixed‑methods dapat digabungkan antara analisis korpus dan survei atau wawancara fokus kelompok pembaca Jawa Pos, yang meneliti hubungan antara pola representasi media dan persepsi serta sikap pemuda Muslim terhadap identitas mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperluas basis data, memperkaya metodologi, dan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang konstruksi citra pemuda Muslim di lingkungan media digital Indonesia.

  1. SOURCE-BASED ARABIC LANGUAGE LEARNING: A CORPUS LINGUISTIC APPROACH | Humanities & Social Sciences... doi.org/10.18510/HSSR.2020.8398SOURCE BASED ARABIC LANGUAGE LEARNING A CORPUS LINGUISTIC APPROACH Humanities Social Sciences doi 10 18510 HSSR 2020 8398
  2. Diskursus Islam Nusantara dalam Representasi Media Massa | Jurnal Komunikasi Islam. diskursus islam nusantara... jurnalfdk.uinsa.ac.id/index.php/jki/article/view/255Diskursus Islam Nusantara dalam Representasi Media Massa Jurnal Komunikasi Islam diskursus islam nusantara jurnalfdk uinsa ac index php jki article view 255
Read online
File size553.2 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test