UNIMUNIM

PRIVE: Jurnal Riset Akuntansi dan KeuanganPRIVE: Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan

Penelitian ini membahas mengenai tradisi buwuh dalam perspektif akuntansi (piutang atau hibah) di Kelurahan Lowokwaru Kota Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan fenomena tradisi buwuh yang terjadi di Kelurahan Lowokwaru Kota Malang dalam perspektif akuntansi piutang atau hibah. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian dan analisis tentang praktik tradisi buwuh dalam perspektif akuntansi piutang dan hibah di Kelurahan Lowokwaru Kota Malang memiliki dua perspektif yaitu 9 informan berpendapat bahwa tradisi buwuh tersebut merupakan hibah dan 4 informan berpendapat bahwa tradisi buwuh tersebut merupakan piutang. Kesimpulan akhir penelitian ini adalah: (1) Kelompok pertama menghukuminya sebagai hibah sehingga menyatakan bahwa praktik buwuh yang terjadi di masyarakat Kecamatan Lowokwaru Kota Malang adalah bentuk keikhlasan pemberi buwuh kepada pemilik hajat yang dilakukan murni untuk saling membantu dan menolong sesama dan tidak boleh mengharapkan imbalan atau balasan dari pemilik hajat; (2) Kelompok kedua adalah kelompok yang menghukuminya sebagai piutang karena kebiasaan yang terjadi di masyarakat Kecamatan Lowokwaru Kota Malang terkait praktik buwuh yang memiliki implikasi hutang-piutang sehingga ada keharusan untuk dikembalikan sesuai dengan jumlah atau bentuk yang diserahterimakan sebelumnya.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat dua perspektif dalam praktik tradisi buwuh di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.Kelompok pertama menganggap buwuh sebagai hibah, yaitu pemberian murni tanpa mengharapkan balasan.Kelompok kedua menganggap buwuh sebagai piutang, karena adanya kebiasaan untuk saling mengembalikan bantuan yang diberikan.Perbedaan pandangan ini mencerminkan kompleksitas tradisi buwuh yang dipengaruhi oleh norma sosial dan kebiasaan masyarakat setempat.

Berdasarkan hasil penelitian, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih dalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan persepsi masyarakat terhadap tradisi buwuh, seperti tingkat pendidikan, usia, atau latar belakang sosial ekonomi. Selain itu, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur secara lebih akurat prevalensi persepsi hibah dan piutang dalam praktik buwuh di berbagai wilayah di Indonesia. Pengembangan lebih lanjut juga dapat difokuskan pada bagaimana praktik buwuh dapat diintegrasikan dengan prinsip-prinsip akuntansi modern untuk menciptakan sistem pengelolaan keuangan yang lebih transparan dan akuntabel dalam acara-acara sosial dan keagamaan. Dengan demikian, tradisi buwuh dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih besar.

Read online
File size65.09 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test