ATIDEWANTARAATIDEWANTARA

SINGKERRUSINGKERRU

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membina dan memberdayakan ibu-ibu Ketua Kelompok Program Nasional Mekaar (PNM) di Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, melalui pelatihan kepemimpinan dan manajerial. Sebagian besar peserta memiliki keterbatasan dalam pengambilan keputusan, komunikasi kelompok, serta pengelolaan sumber daya kelompok. Kegiatan dilaksanakan selama empat bulan melalui tiga tahap: persiapan, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi. Metode yang digunakan meliputi pelatihan tatap muka, pendampingan langsung, dan mentoring berbasis kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 85% peserta mengalami peningkatan signifikan dalam keterampilan kepemimpinan, sementara 80% peserta menunjukkan kemampuan manajerial yang lebih baik. Tantangan dalam kegiatan ini antara lain keterbatasan waktu peserta dan minimnya sumber daya. Keberlanjutan program diupayakan melalui pengembangan modul pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. Kegiatan ini berkontribusi positif dalam meningkatkan kapasitas kelompok dan mendorong kemandirian ekonomi lokal.

Pengabdian ini berhasil meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan manajerial ibu-ibu Ketua Kelompok PNM di Kecamatan Larompong.Mayoritas peserta menunjukkan kemajuan dalam menjalankan peran mereka secara mandiri.Untuk menjamin keberlanjutan program, perlu ada pendampingan lanjutan serta dukungan sumber daya yang lebih memadai.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas pelatihan berbasis teknologi digital untuk meningkatkan aksesibilitas dan fleksibilitas peserta. Studi tentang peran tokoh lokal dalam memastikan keberlanjutan program juga relevan, terutama dalam konteks partisipasi masyarakat yang terbatas. Selain itu, penelitian lebih lanjut tentang dampak jangka panjang program terhadap kemandirian ekonomi perempuan bisa menjadi arah studi baru. Dengan menggabungkan metode pelatihan dengan pendekatan berbasis komunitas, program dapat diperkuat untuk mengatasi tantangan sumber daya yang terbatas. Penelitian juga bisa fokus pada pengembangan model pendampingan yang berkelanjutan dengan melibatkan stakeholder lokal. Selain itu, evaluasi terhadap efektivitas pelatihan manajerial dalam konteks pengelolaan sumber daya alam lokal bisa menjadi arah penelitian yang menarik. Penelitian tentang hubungan antara peningkatan kepemimpinan perempuan dan peningkatan partisipasi politik masyarakat juga layak dieksplorasi. Studi tentang penggunaan alat ukur kuantitatif yang lebih canggih untuk menilai dampak program dapat memberikan wawasan yang lebih akurat. Penelitian tentang pengaruh faktor sosial dan budaya terhadap penerimaan program oleh peserta juga penting untuk dikembangkan. Terakhir, penelitian tentang integrasi pelatihan kepemimpinan dengan pengembangan usaha mikro dapat memberikan solusi praktis untuk meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan di daerah pedesaan.

Read online
File size275.67 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test