JOMPARNDJOMPARND

One moment, please...One moment, please...

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam lokal, khususnya rumput laut Sargassum sp., sebagai bahan pewarna alami pada benang tekstil. Pewarna sintetis yang umum digunakan dalam industri tekstil sering menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Oleh karena itu, pewarna alami menjadi alternatif ramah lingkungan yang bernilai ekonomis. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di Koperasi Wanita (Kopwan) Tenun Nari-nari Kota Bima, dengan melibatkan kelompok usaha kecil perempuan pengrajin tenun. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi proses ekstraksi pigmen dari rumput laut, serta praktik langsung pewarnaan benang. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan baik. Selain itu, hasil pewarnaan menunjukkan kestabilan warna yang cukup baik dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk unggulan lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru yang berbasis pada kearifan lokal serta berkontribusi terhadap pengurangan limbah kimia dari pewarna sintetis.

Pelatihan pewarnaan benang menggunakan ekstrak rumput laut Sargassum sp.yang dilaksanakan di Kopwan Tenun Nari-nari Kota Bima telah berhasil memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi para pengrajin tenun.Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terkait manfaat pewarna alami dan teknik pewarnaan berbasis bahan lokal.Praktik langsung yang dilakukan peserta menunjukkan bahwa Sargassum sp.mampu menghasilkan warna alami yang menarik, cukup stabil, dan mudah diaplikasikan pada benang tenun.Kegiatan ini membuktikan bahwa pemanfaatan sumber daya alam lokal seperti rumput laut tidak hanya mendukung produksi tekstil ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang inovasi dan peningkatan nilai tambah produk kerajinan tradisional.Antusiasme peserta, keberhasilan dalam praktik, serta umpan balik positif menunjukkan bahwa pelatihan ini relevan, aplikatif, dan potensial untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam mengenai potensi diversifikasi produk ramah lingkungan berbasis tenun lokal. Selain itu, perlu dieksplorasi lebih lanjut mengenai teknik fiksasi warna yang lebih kuat dan pengemasan produk berbasis nilai ekologis. Studi ini dapat dilakukan dengan melibatkan pengrajin tenun dan ahli tekstil, serta mempertimbangkan aspek sosial-ekonomi dan keberlanjutan. Dengan demikian, inovasi berbasis kearifan lokal dapat terus dikembangkan dan diterapkan dalam industri tenun tradisional, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah produk dan memperluas pasar kerajinan lokal.

Read online
File size830.84 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test