UNMUNM
International Journal of Language EducationInternational Journal of Language EducationPengajaran keterampilan bahasa Inggris memerlukan teknik pengajaran yang efektif dan media pengajaran. Salah satunya adalah film. Penelitian ini mengeksplorasi dan mendeskripsikan efektivitas pengajaran keterampilan mendengarkan melalui film berbahasa Inggris. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis deskripsi keterampilan mendengarkan melalui film berbahasa Inggris sebagai media pembelajaran; (2) menganalisis deskripsi keterampilan mendengarkan tanpa film berbahasa Inggris sebagai media pembelajaran; (3) menganalisis efektivitas pembelajaran keterampilan mendengarkan melalui film berbahasa Inggris dan tanpa film berbahasa Inggris sebagai media. Penelitian ini dirancang dalam penelitian eksperimental dengan menggunakan kelompok eksperimen dan kontrol sebagai subjek penelitian. Setiap kelompok diberi perlakuan yang berbeda. Perlakuan dimulai dengan pre-test dan berakhir dengan post-test sebagai teknik pengumpulan data. Instrumen yang digunakan adalah item tes tertulis dan lisan. Data yang dikumpulkan dianalisis secara kuantitatif. Berdasarkan data, disimpulkan bahwa (1) skor N-gain rata-rata untuk kelompok eksperimen adalah 61%, yang menunjukkan bahwa pengajaran keterampilan mendengarkan menggunakan film berbahasa Inggris termasuk dalam kategori cukup efektif; (2) skor N-gain rata-rata untuk kelompok kontrol adalah 38%, skor N-gain minimal 0,00% dan maksimum 64,29% menunjukkan bahwa pengajaran keterampilan mendengarkan tanpa menggunakan film berbahasa Inggris termasuk dalam kategori tidak efektif; (3) ada perbedaan antara rata-rata hasil belajar dalam pengajaran keterampilan mendengarkan menggunakan film berbahasa Inggris dan pengajaran keterampilan mendengarkan tanpa menggunakan film berbahasa Inggris (konvensional).
Berdasarkan analisis data pada temuan penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa (1) skor N-gain rata-rata untuk kelompok eksperimen/kelas adalah 60.9949 atau 61%, skor N-gain minimum 36.Sehingga pengajaran keterampilan mendengarkan menggunakan film berbahasa Inggris termasuk dalam kategori cukup efektif.(2) Skor N-gain rata-rata untuk kelompok kontrol/kelas adalah 37.6777 atau 38%, skor N-gain minimal 0.29% menunjukkan bahwa pengajaran keterampilan mendengarkan tanpa menggunakan film berbahasa Inggris termasuk dalam kategori tidak efektif.(3) ada perbedaan antara rata-rata hasil belajar dalam pengajaran keterampilan mendengarkan menggunakan film berbahasa Inggris dan pengajaran keterampilan mendengarkan tanpa menggunakan film berbahasa Inggris (konvensional).
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan: Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi pengajaran keterampilan mendengarkan yang lebih inovatif dan efektif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti budaya dan konteks lokal. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak penggunaan film berbahasa Inggris dalam pengajaran keterampilan mendengarkan terhadap pemahaman budaya dan bahasa Inggris secara keseluruhan. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan materi dan metode pengajaran yang lebih interaktif dan menarik, dengan memanfaatkan teknologi dan media digital, untuk meningkatkan keterampilan mendengarkan siswa.
| File size | 340.92 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIPASBYUNIPASBY Anak-anak yang terlibat dalam variasi bermain menunjukkan peningkatan kemampuan koordinasi, keseimbangan, dan kontrol motorik. Selain itu, variasi bermainAnak-anak yang terlibat dalam variasi bermain menunjukkan peningkatan kemampuan koordinasi, keseimbangan, dan kontrol motorik. Selain itu, variasi bermain
ALMEERAEDUCATIONALMEERAEDUCATION Hal ini ditunjukkan oleh rata-rata kemampuan pemecahan masalah yang lebih tinggi pada kelompok eksperimen yang menerima pembelajaran melalui model PBLHal ini ditunjukkan oleh rata-rata kemampuan pemecahan masalah yang lebih tinggi pada kelompok eksperimen yang menerima pembelajaran melalui model PBL
EDUJAVAREEDUJAVARE Subjek penelitian adalah 15 anak di Kelompok A, sedangkan data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Aktivitas proyek padaSubjek penelitian adalah 15 anak di Kelompok A, sedangkan data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Aktivitas proyek pada
EDUJAVAREEDUJAVARE Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh prinsip segmentasi dan kontiguitas terhadap beban kognitif siswa pada pembelajaran sains. Metode quasi-eksperimentalPenelitian ini bertujuan menguji pengaruh prinsip segmentasi dan kontiguitas terhadap beban kognitif siswa pada pembelajaran sains. Metode quasi-eksperimental
UIIDALWAUIIDALWA Temuan ini menyiratkan bahwa PJBL, khususnya model kolaboratif, dapat memperkuat kemampuan berpikir kritis dan kualitas penulisan kreatif berbahasa Arab,Temuan ini menyiratkan bahwa PJBL, khususnya model kolaboratif, dapat memperkuat kemampuan berpikir kritis dan kualitas penulisan kreatif berbahasa Arab,
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Temuan ini menunjukan bahwa penerapan Storytelling dapat menjadi strategi utama bagi guru SKI untuk memadukan pengetahuan faktual sejarah dengan pengembanganTemuan ini menunjukan bahwa penerapan Storytelling dapat menjadi strategi utama bagi guru SKI untuk memadukan pengetahuan faktual sejarah dengan pengembangan
STIKOM BALISTIKOM BALI Model People‑Process‑Technology berhasil mengidentifikasi sepuluh faktor keberhasilan, menghasilkan indikator yang terukur, dan divalidasi oleh UMKM,Model People‑Process‑Technology berhasil mengidentifikasi sepuluh faktor keberhasilan, menghasilkan indikator yang terukur, dan divalidasi oleh UMKM,
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Kemudian data dianalisis menggunakan uji T (Independent Sample T-test) namun lebih dahulu telah melalui uji prasyarat normalitas, homogenitas mengetahuiKemudian data dianalisis menggunakan uji T (Independent Sample T-test) namun lebih dahulu telah melalui uji prasyarat normalitas, homogenitas mengetahui
Useful /
POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG Terdapat hubungan signifikan antara pola makan dan status anemia (p=0,001). Wanita hamil dengan pola makan yang baik memiliki risiko lebih rendah mengalamiTerdapat hubungan signifikan antara pola makan dan status anemia (p=0,001). Wanita hamil dengan pola makan yang baik memiliki risiko lebih rendah mengalami
POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG Namun, peningkatan yang lebih signifikan terjadi pada kelompok yang mendapatkan kombinasi tablet Fe dan kurma. Rerata kadar hemoglobin pada kelompok eksperimenNamun, peningkatan yang lebih signifikan terjadi pada kelompok yang mendapatkan kombinasi tablet Fe dan kurma. Rerata kadar hemoglobin pada kelompok eksperimen
SUBSETSUBSET Sistem dirancang agar dapat memenuhi kebutuhan fungsional dan non-fungsional, dilengkapi dengan perangkat keras dan lunak yang sesuai untuk mendukung operasionalnya.Sistem dirancang agar dapat memenuhi kebutuhan fungsional dan non-fungsional, dilengkapi dengan perangkat keras dan lunak yang sesuai untuk mendukung operasionalnya.
SUBSETSUBSET Temuan utama dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan algoritma Random Forest yang dikombinasikan dengan teknik penyeimbangan data SMOTE serta penyetelanTemuan utama dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan algoritma Random Forest yang dikombinasikan dengan teknik penyeimbangan data SMOTE serta penyetelan