UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU

Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan IslamAl-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menguji signifikansi peran serta efektivitas metode Storytelling dalam meningkatkan Kecerdasan Emosional (EQ) siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MTs Babussalam Bengkulu Utara. Menggunakan desain quasi‑eksperimental Non‑Equivalent Control Group, penelitian melibatkan dua kelas (N=60) yang diacak secara cluster atau purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner Likert‑scale pradesign dan pascadesign, serta observasi. Analisis inferensial berupa uji t independen dan ANCOVA menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen (mean 92,15) dan kontrol (mean 83,40) dengan nilai p < 0,05. Hasilnya mengindikasikan bahwa Storytelling secara signifikan berkontribusi pada pengembangan EQ siswa, khususnya dalam bidang empati dan self‑management, melalui internalisasi nilai contoh (role model) sejarah Islam. Temuan ini menunjukan bahwa penerapan Storytelling dapat menjadi strategi utama bagi guru SKI untuk memadukan pengetahuan faktual sejarah dengan pengembangan karakter emosional.

Metode Storytelling pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTs Babussalam Bengkulu Utara terbukti meningkatkan Kecerdasan Emosional siswa secara signifikan, dengan korelasi yang kuat dan kontribusi 61,6 % terhadap variasi EQ.Storytelling berfungsi sebagai katalisator pedagogis yang mengubah pembelajaran fakta sejarah menjadi pengalaman afektif transformatif, sehingga dapat diinstitusionalisasikan sebagai strategi utama dalam kurikulum SKI.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas jangkauan studi dengan membandingkan efektivitas Storytelling antara sekolah menengah pertama berbasis kebudayaan Islam dan sekolah umum, sehingga dapat diketahui apakah keunikan materi SKI meningkatkan dampak, serta menilai apakah penggunaan media digital (video, podcast) dalam Storytelling memperkaya pengalaman afektif siswa. Selanjutnya, penelitian longitudinal disarankan untuk mengamati perubahan jangka panjang pada kompetensi emosional siswa setelah penerapan Storytelling, sehingga dapat dipastikan keberlanjutan dampak strategi ini. Akhirnya, kualitatif dapat diintegrasikan dengan triangulasi data observasi, wawancara guru, dan penerapan analisis naratif untuk mempelajari mekanisme internalisasi nilai moral melalui narasi, sehingga dapat mengidentifikasi elemen Storytelling yang paling memfasilitasi pengembangan empati dan pengaturan diri di kelas.

Read online
File size603.01 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test