UNARSUNARS

AGRIBIOSAGRIBIOS

Pertimbangan ini melihat karakteristik dan kelayakan usaha budidaya benih terung ungu di Daerah Puger, Kabupaten Jember. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Lokasi penelitian dilakukan secara sengaja di Kecamatan Puger Kabupaten Jember karena merupakan salah satu penghasil benih terung ungu terbesar di Kabupaten Jember. Analisis kelayakan finansial dilakukan dengan menggunakan kriteria kelayakan usaha, yaitu R/C ratio. Berdasarkan hasil survei dan wawancara dengan petani setempat, diketahui bahwa sebagian besar petani (80%) berusia antara 40-50 tahun, yang menunjukkan potensi produktivitas tinggi. Sebagian besar petani berpendidikan SMP (52%) dan tidak ada yang berpendidikan sarjana. Luas lahan yang dimiliki oleh sebagian besar petani adalah 0,75-1,25 Ha (69%), sedangkan rata-rata pengalaman berusahatani berkisar antara 17-23 tahun (52%). Dari hasil pendataan diperoleh penggunaan variabel sebesar Rp 58.040.300 per hektar dan biaya tetap sebesar Rp 752.900 per hektar, dengan total perolehan sebesar Rp 58.793.200 per hektar. Gaji pokok usaha budidaya terung ungu mencapai Rp 203.500.000 per hektar dengan total biaya yang harus dibayar sebesar Rp 144.706.800 per hektar. Hasil penyelidikan kemungkinan menunjukkan Proporsi RC sebesar 1.406, yang menunjukkan bahwa usaha budidaya ini produktif dan layak untuk dilanjutkan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar petani benih terung ungu masih berumur produktif dengan tingkat pendidikan yang cukup, yaitu lulusan SMP.Petani memiliki pengalaman yang sangat lama dalam budidaya, yaitu antara 10-30 tahun.Usahatani benih terung ungu yang dilakukan oleh petani di Daerah Puger Kabupaten Jember dapat dikatakan layak karena mampu memberikan keuntungan bagi para petani.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai pengaruh varietas benih terung ungu terhadap hasil dan kualitas produksi, termasuk analisis genetik untuk mengidentifikasi karakteristik unggul yang dapat dikembangkan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada penerapan teknologi pertanian presisi, seperti penggunaan sensor dan drone, untuk mengoptimalkan penggunaan pupuk, air, dan pestisida, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak lingkungan. Ketiga, penting untuk mengkaji strategi pemasaran benih terung ungu yang lebih efektif, termasuk pengembangan merek, promosi online, dan kerjasama dengan kelompok tani atau perusahaan agribisnis, guna meningkatkan akses pasar dan pendapatan petani. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing usahatani benih terung ungu di Kabupaten Jember dan wilayah sekitarnya.

  1. Radware Bot Manager Captcha. radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/905/1/012055Radware Bot Manager Captcha radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human iopscience iop article 10 1088 1755 1315 905 1 012055
  2. ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI BENIH TERUNG UNGU DI KECAMATAN PUGER KABUPATEN JEMBER | AGRIBIOS. analisis... unars.ac.id/ojs/index.php/agribios/article/view/5472ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI BENIH TERUNG UNGU DI KECAMATAN PUGER KABUPATEN JEMBER AGRIBIOS analisis unars ac ojs index php agribios article view 5472
Read online
File size173.11 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test