LAAROIBALAAROIBA

Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba JournalReslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal

Latar belakang masalah pada penelitian ini yaitu relatif rendahnya hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas X SMK Walisongo 2 Depok yang ditunjukkan dari hasil belajar siswa yang masih di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas X SMK Walisongo 2 Depok pada mata pelajaran PAI yang diajarkan dengan menggunakan metode ceramah (2) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas X SMK Walisongo 2 Depok pada mata pelajaran PAI yang diajarkan dengan menggunakan metode Investigasi Kelompok. (3) Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam peningkatan hasil belajar siswa kelas X SMK Walisongo 2 Depok pada mata pelajaran PAI antara kelas yang diajarkan dengan menggunakan Metode Ceramah dan kelas yang diajarkan dengan menggunakan Metode Investigasi Kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan Quasi eksperimen dengan rancangan kontrol group pretest-post test design. Partisipan dalam penelitian ini ialah 66 siswa SMK Walisongo 2 Depok kelas X, dengan kelas X AKL sebagai kelas eksperimen untuk pembelajaran dengan Metode Investigasi Kelompok dan kelas X OTKP 2 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat Hasil belajar siswa kelas kontrol Terdapat peningkatan hasil belajar PAI sebesar 25,6 (55,17%). (2) tingkat Hasil belajar siswa kelas Terdapat peningkatan hasil belajar PAI sebesar 29,3 (55,70%) (3) hasil uji independent sample t-test (thitung= 6,702, sig= 0,000), menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam peningkatan hasil belajar PAI siswa kelas X di SMK Walisongo 2 Depok antara kelas yang diajarkan dengan menggunakan metode ceramah dan kelas yang diajarkan dengan menggunakan metode Investigasi Kelompok. Sehingga dapat disimpulkan bahwasanya metode investigasi kelompok memiliki peran yang cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar PAI kelas X SMK Walisongo 2 Depok.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut.Pertama, pada kelas yang diajarkan menggunakan metode ceramah terdapat peningkatan hasil belajar PAI sebesar 25,6 (55,17%).Kedua, pada kelas yang diajarkan menggunakan metode Investigasi kelompok terdapat peningkatan hasil belajar PAI sebesar 29,3 (55,70%).Ketiga, terdapat perbedaan yang signifikan dalam peningkatan hasil belajar PAI siswa kelas X di SMK Walisongo 2 Depok antara kelas yang diajarkan dengan metode ceramah dan kelas yang diajarkan dengan metode Investigasi Kelompok.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai efektivitas metode investigasi kelompok dalam pembelajaran PAI. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan membandingkan metode investigasi kelompok dengan metode pembelajaran aktif lainnya, seperti problem-based learning atau project-based learning, untuk mengidentifikasi metode mana yang paling efektif dalam meningkatkan hasil belajar PAI siswa SMK. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi metode investigasi kelompok, seperti kemampuan guru dalam memfasilitasi proses belajar siswa, ketersediaan sumber daya pembelajaran yang memadai, dan karakteristik siswa. Ketiga, penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan melibatkan partisipasi aktif siswa dalam proses pengembangan dan implementasi metode investigasi kelompok, sehingga metode tersebut lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMK dan lembaga pendidikan lainnya, serta menghasilkan lulusan yang memiliki pemahaman agama yang mendalam dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Peningkatan Kinerja Guru Dalam Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal Melalui Workshop di SDN Pondok... doi.org/10.36418/jurnalsostech.v1i4.59Peningkatan Kinerja Guru Dalam Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal Melalui Workshop di SDN Pondok doi 10 36418 jurnalsostech v1i4 59
  2. KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF IBNU KHALDUN DAN RELEVANSINYA TERHADAP UU SISDIKNAS NO. 20 TAHUN... doi.org/10.32832/tawazun.v10i2.1165KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF IBNU KHALDUN DAN RELEVANSINYA TERHADAP UU SISDIKNAS NO 20 TAHUN doi 10 32832 tawazun v10i2 1165
Read online
File size255.11 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test