UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Keraton: Journal of History Education and CultureKeraton: Journal of History Education and Culture

Berdasarkan pembahasan di atas, ternyata penggunaan metode sains dapat diterapkan dalam penelitian arkeologi epigrafi di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan adanya perhitungan matematis pada sistem pertanggalan dan konsep astronomi dalam prasasti maupun naskah kuno, mengungkap aspek-aspek keruangan seperti yang diceritakan dalam sumber data tekstual prasasti maupun naskah kuno dengan dukungan data-data dan pendekatan geologi dan geo-morfologi terutama berkaitan dengan peristiwa-peristiwa alam tertentu, dan selanjutnya dalam penggunaan teknologi sains untuk melakukan perekaman data dan analisis material bahan khususnya cat pada inskripsi atau tulisan kuno ditulis menggunakan media tersebut. Selain itu dalam penerapan teknologi sains, para ahli arkeologi epigrafi juga harus ikut dalam melindungi bagaimana tulisan-tulisan yang berbahan mudah pudar terutama dari cat supaya tidak hilang atau aus. Hal ini juga sebagai kewajiban untuk melindungi warisan budaya tersebut.

Berdasarkan pembahasan di atas, ternyata penggunaan metode sains dapat diterapkan dalam penelitian arkeologi epigrafi di Indonesia.Hal ini berkaitan dengan adanya perhitungan matematis pada sistem pertanggalan dan konsep astronomi dalam prasasti maupun naskah kuno, mengungkap aspek-aspek keruangan seperti yang diceritakan dalam sumber data tekstual prasasti maupun naskah kuno dengan dukungan data-data dan pendekatan geologi dan geo-morfologi terutama berkaitan dengan peristiwa-peristiwa alam tertentu, dan selanjutnya dalam penggunaan teknologi sains untuk melakukan perekaman data dan analisis material bahan khususnya cat pada inskripsi atau tulisan kuno ditulis menggunakan media tersebut.Selain itu dalam penerapan teknologi sains, para ahli arkeologi epigrafi juga harus ikut dalam melindungi bagaimana tulisan-tulisan yang berbahan mudah pudar terutama dari cat supaya tidak hilang atau aus.Hal ini juga sebagai kewajiban untuk melindungi warisan budaya tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis terhadap sumber-sumber data tekstual, serta mempertimbangkan keterbatasan metode yang ada, penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada pengembangan metode arkeoastronomi yang lebih akurat untuk merekonstruksi kondisi astronomi masa lalu di Indonesia. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai jenis-jenis cat yang digunakan pada inskripsi kuno, serta mengembangkan metode konservasi yang efektif untuk melindungi tulisan-tulisan tersebut dari kerusakan. Terakhir, penelitian interdisipliner yang menggabungkan keahlian arkeologi, epigrafi, geologi, dan klimatologi dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai interaksi antara manusia dan lingkungannya di masa lalu, serta membantu dalam melestarikan warisan budaya yang berharga.

Read online
File size542.88 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test