UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Keraton: Journal of History Education and CultureKeraton: Journal of History Education and Culture

Masyarakat hidup bersama dengan orang lain berdasarkan ikatan, panggilan, dan komitmen yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kehidupan komunitas di Seminari Wacana Bhakti dapat membantu seminari mengenal budaya lain sehingga terjadi pertukaran budaya dalam komunitas, serta melihat apakah ada persepsi yang tidak akurat di antara seminari. Responden penelitian ini adalah seminari (anggota komunitas) di Seminari Wacana Bhakti mulai dari kelas 1 hingga Kelas Persiapan Atas (KPA). Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ilmiah ini adalah metode kuantitatif deskriptif. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pertukaran budaya sudah dimiliki oleh hampir seluruh populasi dan ini didukung oleh komunikasi antarbudaya yang terjadi di dalam komunitas. Hal ini dapat dilihat dari sebanyak 58 seminari yang telah memahami dengan benar tentang komunikasi antarbudaya. Budaya yang paling banyak dipelajari dalam komunitas ini adalah budaya suku Batak dan Jawa. Tidak hanya itu, para peneliti menemukan bahwa ada beberapa orang yang bahkan tidak mengenali budaya suku mereka sendiri. Oleh karena itu, komunitas dapat memperkuat komunikasi yang terjadi antara anggota dari budaya yang berbeda, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan mengenai kebudayaan sudah dimiliki oleh hampir seluruh populasi.Hal ini dapat dilihat bahwa sebanyak 58 seminari telah memahami dengan benar mengenai komunikasi antarbudaya.Tidak hanya mengerti, namun mereka juga dapat mengatakan bahwa komunikasi antarbudaya ini sangat membantu terjadinya proses pertukaran budaya, terlebih di dalam komunitas Seminari Menengah Wacana Bhakti.Biarpun demikian, masih terdapat sekelompok kecil yang belum mengenal akan komunikasi antarbudaya ini.Sekelompok kecil ini perlu mendapatkan pengetahuan khusus mengenai pentingnya komunikasi antarbudaya.Pengetahuan khusus tersebut dapat diberlakukan pada Seminari Menengah Wacana Bhakti melalui cara langsung maupun tidak langsung.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi yang tidak akurat terhadap budaya lain di kalangan seminari. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, seperti wawancara mendalam, untuk menggali pengalaman dan perspektif seminari secara lebih mendalam. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan program pelatihan komunikasi antarbudaya yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan toleransi di antara seminari. Program ini dapat dirancang dengan melibatkan berbagai metode pembelajaran, seperti diskusi kelompok, simulasi, dan studi kasus, untuk menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan menarik. Ketiga, penelitian dapat meneliti dampak dari kehidupan komunitas di seminari terhadap perkembangan identitas budaya seminari, khususnya dalam konteks keberagaman budaya. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan longitudinal untuk melacak perubahan identitas budaya seminari dari waktu ke waktu, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi proses tersebut. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman dan toleransi antarbudaya di kalangan seminari, serta memperkuat identitas budaya mereka sebagai individu yang menghargai keberagaman.

  1. Hubungan antara Locus of Control dan Persepsi Siswa tentang Pendidikan dengan Motivasi Belajar serta... jurnal.iicet.org/index.php/jppi/article/view/103Hubungan antara Locus of Control dan Persepsi Siswa tentang Pendidikan dengan Motivasi Belajar serta jurnal iicet index php jppi article view 103
  2. One moment, please.... one moment please wait request verified doi.org/10.31289/simbollika.v5i2.2842One moment please one moment please wait request verified doi 10 31289 simbollika v5i2 2842
  3. Etnosentrisme dan Sikap Intoleran Pendatang Terhadap Orang Papua | Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial... jurnalantropologi.fisip.unand.ac.id/index.php/jantro/article/view/191Etnosentrisme dan Sikap Intoleran Pendatang Terhadap Orang Papua Jurnal Antropologi Isu Isu Sosial jurnalantropologi fisip unand ac index php jantro article view 191
Read online
File size437.47 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test