APTISIAPTISI

Aptisi Transactions on Technopreneurship (ATT)Aptisi Transactions on Technopreneurship (ATT)

Penelitian ini mengkaji budaya akademik di universitas Kristen Indonesia melalui Value Survey Model (VSM) 2013 Hofstede, serta dampaknya terhadap kesiapan inovasi dan pengembangan teknopreneurship. Dengan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui survei terhadap dosen dan mahasiswa di beberapa universitas Kristen. Analisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk memeriksa hubungan antara dimensi budaya Hofstede, termasuk jarak kekuasaan, individualisme versus kolektivisme, maskulinitas versus feminitas, penghindaran ketidakpastian, orientasi jangka panjang versus jangka pendek, serta indulgence versus restraint. Hasil menunjukkan bahwa universitas Kristen di Indonesia menunjukkan budaya akademik kolektivis dengan tingkat penghindaran ketidakpastian tinggi dan jarak kekuasaan yang signifikan, yang memengaruhi potensi inovasi institusional. Sementara orientasi jangka panjang dan maskulinitas memberikan pengaruh sedang terhadap perilaku akademik, keterbatasan dalam kebebasan akademik dan pengambilan risiko menghambat adopsi inisiatif digital dan kewirausahaan. Penelitian ini menyoroti peran budaya akademik dalam membentuk kesiapan inovasi serta memberikan rekomendasi strategis untuk mendorong budaya akademik yang lebih adaptif dan kompetitif selaras dengan tren teknopreneurship global.

Penelitian ini mengungkap bahwa budaya akademik universitas Kristen Indonesia (PTKKI) bersifat kolektivis dengan tingkat penghindaran ketidakpastian tinggi dan jarak kekuasaan signifikan, yang memengaruhi tata kelola, kepemimpinan, serta interaksi dosen‑mahasiswa dan menghambat inovasi serta pengembangan teknopreneurship.Meskipun orientasi jangka panjang dan indeks maskulinitas menunjukkan penekanan sedang pada pencapaian dan perencanaan strategis, kecenderungan kuat terhadap restraint membatasi ekspresi kreatif dan adaptabilitas akademik.Untuk meningkatkan kompetitivitas, diperlukan reformasi kepemimpinan, kebijakan, kurikulum, kolaborasi interdisipliner, transformasi digital, serta keselarasan dengan SDG 4 agar lingkungan akademik lebih inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi teknologi.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana kebijakan pemerintah memengaruhi dinamika budaya akademik di PTKKI, khususnya dalam konteks regulasi inovasi dan digitalisasi. Selain itu, studi komparatif antara universitas Kristen dan non‑agama menggunakan pendekatan campuran (kuantitatif‑kualitatif) dapat memperjelas perbedaan budaya yang berpengaruh pada hasil pendidikan. Selanjutnya, penelitian longitudinal yang melacak dampak program transformasi digital terhadap dimensi jarak kekuasaan dan kesiapan inovasi di PTKKI dapat memberikan wawasan tentang evolusi budaya akademik seiring waktu. Penelitian-penelitian ini akan memperkaya pemahaman tentang faktor internal dan eksternal yang membentuk budaya akademik serta memberikan dasar bagi kebijakan yang lebih adaptif dan inklusif.

  1. Exploring Academic Culture in Indonesian Christian Universities Using Hofstede VSM 2013 | Aptisi Transactions... doi.org/10.34306/att.v7i3.616Exploring Academic Culture in Indonesian Christian Universities Using Hofstede VSM 2013 Aptisi Transactions doi 10 34306 att v7i3 616
  2. One moment, please.... moment please wait request verified doi.org/10.34306/attOne moment please moment please wait request verified doi 10 34306 att
Read online
File size399.63 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test