UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan FarmasiJurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi

Latar Belakang: program WHO selaras dengan peran, fungsi, dan tujuan keperawatan yaitu dapat terpenuhinya kebutuhan klien secara mandiri. Kebutuhan klien menurut Abraham Maslow terbagi 5 yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman dan nyaman, kebutuhan cinta dicintai, kebutuhan harga diri dan kebutuhan aktualisasi. Salah satu kebutuhan manusia nomor satu yaitu kebutuhan fisiologis diantaranya adalah terpenuhinya kebutuhan seksual, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemenuhan kebutuhan seksual lansia di Panti Sosial Tresna Wredha (PSTW) Welas Asih Singaparna Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2014. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang berpendapat bahwa kebenaran sesuatu itu dapat diperoleh dengan cara menangkap fenomena atau gejala yang memancar dari objek yang diteliti. Hasil penelitian menyatakan bahwa dari keempat responden semuanya menyatakan sedih dan kesepian akan tetapi pada akhirnya responden menerima kenyataan dengan tabah. Sedangkan satu responden tidak menerima kenyataan tersebut dan merasa putus asa sampai responden itu sakit, tapi akhirnya responden menyadari dan menerima hal tersebut sebagai cobaan dari Allah SWT.

Penelitian fenomenologi ini mengungkap bahwa keempat responden lansia di PSTW mengalami perasaan sedih dan kesepian setelah ditinggal pasangan, namun pada akhirnya menerima kenyataan dengan tabah, kecuali satu responden yang sempat putus asa hingga sakit.Dua responden laki‑laki masih berharap dapat memiliki pasangan lagi, sementara dua responden perempuan tidak menginginkan pasangan hidup kembali.Para responden memenuhi kebutuhan seksual melalui dzikir, meraba bagian sensitif, atau melihat foto suami dan anak, yang menurut mereka dapat mengurangi stres, kesedihan, rasa sakit, serta meningkatkan rasa percaya diri.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana praktik spiritualitas seperti dzikir memengaruhi kepuasan seksual dan kesejahteraan psikologis pada lansia yang tinggal di panti sosial, dengan mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif untuk mengukur perubahan emosional dan fisik. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi efek kelompok dukungan sebaya yang terstruktur dalam mengurangi rasa kesepian serta meningkatkan kemampuan mengekspresikan kebutuhan seksual bagi lansia janda atau duda, dengan membandingkan kelompok yang mendapatkan intervensi dengan kelompok kontrol. Selanjutnya, peneliti dapat menilai kelayakan dan hasil implementasi program edukasi seksualitas yang sensitif budaya bagi tenaga perawat dan pengurus panti sosial, guna memberikan pengetahuan yang tepat serta strategi dukungan yang menghormati nilai-nilai agama dan tradisi, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup seksual dan emosional para penghuni panti.

Read online
File size274.05 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test