STIKES ISFISTIKES ISFI

JIIS (Jurnal Ilmiah Ibnu Sina): Ilmu Farmasi dan KesehatanJIIS (Jurnal Ilmiah Ibnu Sina): Ilmu Farmasi dan Kesehatan

Kumpai Mahung (Eupathorium inulifolium H.B&K) merupakan salah satu tumbuhan endemik Kalimantan Selatan. Secara turun temurun digunakan sebagai obat tradisional. Kapur sirih (kalsium karbonat) juga digunakan masyarakat sebagai bahan tambahan makanan (BTP) khususnya pada pembuatan keripik dan es buah. Secara tradisional kedua bahan ini dikombinasikan untuk mengatasi bengkak (edema) mastitis pada ibu menyusui. Metode penelitian ini menggunakan uji raw pad edema pada kaki tikus jantan. Sediaan berupa salep sederhana, induksi karagenan 3% dan hidrokortison sebagai kontrol positif dihitung nilai antiinflamasi dan nilai AUC (area under curve). Hasil penelitian menyatakan salep kombinasi ekstrak daun kumpai mahung dan kalsium karbonat memiliki daya antiinflamasi sebesar 14,91% yang lebih besar dari kontrol positif 9,95%.

Salep kombinasi ekstrak daun kumpai mahung dan kalsium karbonat memiliki daya antiinflamasi sebesar 14,91% yang lebih besar dari kontrol positif 9,95%.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji mekanisme molekuler aksi antiinflamasi kombinasi ekstrak kumpai mahung dan kalsium karbonat, misalnya dengan mempelajari perubahan sitokin pro‑inflamasi dan anti‑inflamasi pada jaringan yang diinduksi edema. Selanjutnya, diperlukan studi dose‑response dan keamanan yang meliputi uji toksisitas akut serta sub‑kronis pada hewan untuk menentukan dosis optimal dan potensi efek samping jangka panjang. Akhirnya, uji klinis terkontrol secara randomisasi pada manusia yang mengalami mastitis atau edema lokal dapat dilakukan untuk menilai efektivitas dan keamanan salep ini dalam praktek klinis nyata, sehingga memungkinkan penerapan yang lebih luas sebagai alternatif terapi antiinflamasi alami.

Read online
File size207.28 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test