PUSLITBANGPLNPUSLITBANGPLN

Journal of Technology and Policy in Energy and Electric PowerJournal of Technology and Policy in Energy and Electric Power

Pulau Gili Raja merupakan bagian dari gugusan pulau kecil di Kabupaten Sumenep. Menurut data Badan Pusat Statistik, 409 dari 2.133 rumah tangga di pulau ini masih belum memiliki listrik. Penelitian ini bertujuan menentukan kebutuhan kapasitas pembangkit listrik untuk mencapai Net Zero Emission (NZE). Menggunakan perangkat lunak HOMER Pro, studi ini memperkirakan kapasitas pembangkit yang diperlukan untuk memenuhi permintaan listrik Pulau Gili Raja, sebesar 1.917 MWh per tahun. Hasil studi menunjukkan bahwa biaya levelized electricity (LCOE) terendah tercapai pada skenario kombinasi turbin angin, generator diesel, dan panel surya dengan baterai NMC, dengan nilai 0,189 $/kWh. Untuk mencapai NZE, berdasarkan optimasi HOMER, LCOE terendah untuk portofolio energi bersih sepenuhnya dicapai dengan kombinasi panel surya dan baterai lithium‑ion, dengan LCOE 0,246 $/kWh. Biaya ini 28 % lebih tinggi dibandingkan portofolio termurah yang menyertakan generator diesel, namun dapat mencegah emisi CO₂ sebesar 106.095 kg per tahun dari operasi pembangkit. Pemilihan opsi pendanaan yang tepat merupakan bagian penting dari studi ini, dengan hasil menunjukkan bahwa pendanaan internal dari PT PLN (Persero) menawarkan skema terbaik.

Simulasi berbagai skenario pembangkit listrik di Pulau Gili Raja menunjukkan bahwa kombinasi turbin angin, PV surya, generator diesel, dan baterai NMC memberikan LCOE terendah ($0.189/kWh) serta NPC $5,645,158, namun tetap menghasilkan emisi CO₂ tahunan sebesar 106,095 kg, yang bertentangan dengan target net‑zero 2060.Skenario alternatif (Skenario 6) dengan hanya menggunakan PLTS dan baterai lithium‑ion menghilangkan emisi operasional dan memenuhi tujuan net‑zero, meskipun LCOE‑nya meningkat menjadi $0.242/kWh dan NPC $7,243,670, yaitu 28 % lebih tinggi.Oleh karena itu, model pendanaan Energy Service Company (ESCO) yang dikelola PLN disarankan untuk melaksanakan infrastruktur energi ini, sekaligus memanfaatkan peluang pembiayaan hijau seperti Green Bonds guna menurunkan biaya keseluruhan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penggunaan algoritma kecerdasan buatan untuk mengoptimalkan ukuran dan strategi kontrol sistem hibrida energi terbarukan‑diesel pada pulau kecil, dengan tujuan meminimalkan emisi sekaligus menurunkan biaya operasional; selanjutnya, diperlukan studi jangka panjang tentang kinerja serta degradasi baterai lithium‑ion dibandingkan baterai NMC dalam kondisi tropis laut, fokus pada keandalan dan biaya siklus hidup; terakhir, penting untuk meneliti mekanisme pembiayaan inovatif yang menggabungkan obligasi hijau dengan crowdfunding masyarakat, guna mendukung portofolio energi bersih penuh di wilayah terpencil, serta menilai kelayakan ekonomi dan penerimaan sosialnya.

Read online
File size944.38 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test