PUSLITBANGPLNPUSLITBANGPLN

Journal of Technology and Policy in Energy and Electric PowerJournal of Technology and Policy in Energy and Electric Power

PT PLN (Persero) sebagai perusahaan penyedia tenaga listrik negara Indonesia harus melaksanakan transisi energi dalam hal pembangkitan, transmisi, dan distribusi. Gardu induk di sektor transmisi tenaga listrik Indonesia belum memasukkan ide energi hijau ke dalam operasinya, meskipun terdapat potensi energi hijau yang besar di gardu induk, seperti penggunaan energi surya dan angin. Sumber daya utama untuk gardu induk tambahan adalah energi dari jaringan, dengan tenaga diesel sebagai cadangan. Namun, campuran energi di jaringan Kalimantan masih didominasi oleh energi dari batu bara (berdasarkan Laporan Evaluasi Operasi Tahunan PLN UIP3B 2023). Penelitian ini menyelidiki kelayakan teknis dan ekonomi pemanfaatan energi terbarukan di gardu induk tambahan untuk mengurangi beban keuangan perusahaan yang meningkat. Secara teknis, penelitian ini bertujuan untuk menentukan kapasitas panel PV optimal yang dibutuhkan untuk kebutuhan daya tambahan. Secara ekonomi, penelitian ini mengevaluasi biaya investasi dan operasional total, Internal Rate of Return (IRR), Return on Investment (ROI), periode pengembalian modal, dan Levelized Cost of Energy (LCOE). Unik dari penelitian ini adalah pengukuran langsung data konsumsi kWh dari 23 gardu induk di Kalimantan Timur dan Utara, sebuah metode yang belum pernah digunakan sebelumnya. Temuan penelitian memberikan rekomendasi mengenai kapasitas PV yang sesuai untuk pemasangan di gardu induk dan menyajikan analisis ekonomi.

Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa energi surya merupakan sumber energi terbarukan yang paling sesuai untuk digunakan di lingkungan gardu induk.Energi surya dapat dimanfaatkan dan diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan sistem fotovoltaik (PV) atap, yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi konsumsi kilowatt-hour (kWh) tambahan gardu induk.Program PV Syst digunakan untuk menganalisis aspek teknis dan ekonomi dari pemasangan PV atap di gardu induk.Melalui simulasi yang dilakukan di 23 gardu induk di Kalimantan Timur, ditentukan bahwa total sekitar 986 MWh per tahun, atau 30,01% dari total 3.285 MWh pada tahun 2023, dapat dihemat dengan mengurangi konsumsi kWh gardu induk tambahan.Setelah periode Break Event Point (BEP), konversi harga produksi sebesar Rp 1.500 Rp/kWh menjadi rupiah menghasilkan penghematan tahunan sebesar Rp 1,47 miliar.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian ini dapat diperkuat dengan melakukan simulasi menggunakan aplikasi, dan diimplementasikan secara nyata di lapangan dengan mengambil studi kasus di salah satu gardu induk. Kedua, penelitian ini dapat diterapkan pada skala yang lebih luas, mencakup lebih dari satu provinsi, nasional, bahkan internasional untuk mendukung percepatan transisi energi. Ketiga, penggunaan data iradiasi primer dapat menentukan jumlah energi yang dapat dihasilkan oleh PV atap sepanjang tahun. Penggunaan data iradiasi primer daripada database yang ada di aplikasi PV Syst dapat membuat penelitian lebih akurat. Keempat, penggunaan BESS dapat mengatasi efek intermitensi PV atap, meskipun BESS saat ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi berdasarkan Levelized Cost of Electricity (LCOE).

Read online
File size750.82 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test