PUSLITBANGPLNPUSLITBANGPLN
Journal of Technology and Policy in Energy and Electric PowerJournal of Technology and Policy in Energy and Electric PowerSistem tenaga listrik Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo) terdiri dari tiga subsistem atau pulau: Pulau Tanggari, Pulau Amurang, dan Pulau Gorontalo. Setiap pulau memiliki komposisi pembangkit dan beban yang tidak seimbang. Akibatnya, bila diterapkan skema operasional pulau, masing‑masing pulau akan mengalami masalah underfrequency atau overfrequency. Pulau Amurang menjadi lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara Amurang dengan kapasitas 2×21,5 MW dan 2×27 MW, menjadikannya salah satu pembangkit terbesar di Sulutgo. Oleh karena itu, bila terjadi operasi pulau, frekuensi di Pulau Amurang akan terpengaruh, sehingga diperlukan penerapan skema Overfrequency Generation Shedding (OFGS) pada pembangkit tersebut. Pada kondisi operasi pulau tanpa skema OFGS, frekuensi Pulau Amurang dapat mencapai 54,89 Hz, sedangkan dengan skema OFGS frekuensi tersebut dapat diturunkan menjadi 50,13 Hz.
Setiap pulau dalam sistem Sulutgo memiliki komposisi pembangkit dan beban yang tidak seimbang, sehingga skema operasi pulau dapat menyebabkan kondisi underfrequency maupun overfrequency.Penerapan skema Overfrequency Generation Shedding (OFGS) pada Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara Amurang berhasil menurunkan frekuensi yang semula 51,49 Hz menjadi 50,13 Hz.Dengan demikian, skema OFGS terbukti efektif dalam menjaga kestabilan frekuensi sistem selama operasi pulau.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penentuan ambang batas adaptif untuk skema OFGS dengan mempertimbangkan variabilitas inersia sistem secara real‑time, sehingga respons pemutusan pembangkit menjadi lebih optimal. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki integrasi sumber energi terbarukan, seperti tenaga angin dan surya, ke dalam skema OFGS serta mengkaji dampaknya terhadap stabilitas frekuensi pada kondisi islanding. Terakhir, pengembangan kontrol terkoordinasi antara skema OFGS dan Underfrequency Load Shedding (UFLS) dalam operasi multi‑pulau dapat meningkatkan keandalan jaringan listrik, sehingga diperlukan studi simulasi dan implementasi lapangan yang menilai sinergi kedua skema tersebut.
| File size | 631.46 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEK KAMPARPOLTEK KAMPAR Indonesia Power UJP PLTU Banten 2 Labuan. Dengan menganalisis rasio daya masuk terhadap daya keluar dan jumlah daya yang hilang, kita dapat menentukanIndonesia Power UJP PLTU Banten 2 Labuan. Dengan menganalisis rasio daya masuk terhadap daya keluar dan jumlah daya yang hilang, kita dapat menentukan
UM SURABAYAUM SURABAYA Nilai indeks kepercayaan kinerja CPI to-go 1. 55 menunjukkan biaya yang dikeluarkan lebih hemat dan indeks SPI to-go 1. 00 menunjukkan durasi penyelesaianNilai indeks kepercayaan kinerja CPI to-go 1. 55 menunjukkan biaya yang dikeluarkan lebih hemat dan indeks SPI to-go 1. 00 menunjukkan durasi penyelesaian
SEANINSTITUTESEANINSTITUTE Berdasarkan hasil analisis dan pengukuran yang dilakukan pada menara SUTT 150 kV Glang-Namorambe menggunakan metode tiga titik, ditemukan bahwa nilai tahananBerdasarkan hasil analisis dan pengukuran yang dilakukan pada menara SUTT 150 kV Glang-Namorambe menggunakan metode tiga titik, ditemukan bahwa nilai tahanan
POLTEK KAMPARPOLTEK KAMPAR Setelah dilakukan penambahan transformator sisipan, didapatkan pembebanan tertinggi saat WBP pukul 20.00 WIT dengan pembebanan 45,02 kVA dan persentaseSetelah dilakukan penambahan transformator sisipan, didapatkan pembebanan tertinggi saat WBP pukul 20.00 WIT dengan pembebanan 45,02 kVA dan persentase
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Keadilan harus ditegakan bagi pengguna air, sesuai Pasal 2 UU Sumber Daya Air menekankan prinsip keadilan bagi setiap pengguna air di negara kita, yangKeadilan harus ditegakan bagi pengguna air, sesuai Pasal 2 UU Sumber Daya Air menekankan prinsip keadilan bagi setiap pengguna air di negara kita, yang
UMBUMB Fluktuasi frekuensi dan tegangan dapat menyebabkan sistem tenaga terpecah menjadi sub‑sistem, yang berujung pada pemadaman serta kerusakan parah padaFluktuasi frekuensi dan tegangan dapat menyebabkan sistem tenaga terpecah menjadi sub‑sistem, yang berujung pada pemadaman serta kerusakan parah pada
UMBUMB 1% untuk standar 15 % masih berada diambang diizinkan dan terjadi harmonisa tegangan pada jam rentang (%THDv) 3. 6 % - 26. 6% untuk standar 5 %. Hal ini1% untuk standar 15 % masih berada diambang diizinkan dan terjadi harmonisa tegangan pada jam rentang (%THDv) 3. 6 % - 26. 6% untuk standar 5 %. Hal ini
UMBUMB Selain itu, yang memiliki warna kecoklatan menunjukkan mulai melemahnya kualitas minyak isolasi. Data pengujian tes elektrik yang telah dilakukan akanSelain itu, yang memiliki warna kecoklatan menunjukkan mulai melemahnya kualitas minyak isolasi. Data pengujian tes elektrik yang telah dilakukan akan
Useful /
UINSAIDUINSAID Narasi-narasi tersebut menggambarkan adanya indikator moderasi beragama yang terpenuhi. Sedangkan, audiens @iqomic cenderung menginterpretasikan pesanNarasi-narasi tersebut menggambarkan adanya indikator moderasi beragama yang terpenuhi. Sedangkan, audiens @iqomic cenderung menginterpretasikan pesan
UINSAIDUINSAID Entman. Penelitian bersifat deskriptif kualitatif dengan analisis teks sebagai fokus utama. Data diperoleh melalui telaah terhadap enam berita, tiga dariEntman. Penelitian bersifat deskriptif kualitatif dengan analisis teks sebagai fokus utama. Data diperoleh melalui telaah terhadap enam berita, tiga dari
UNUBLITARUNUBLITAR Pada penelitian diambil 15 perusahaan melalui teknik purposive sampling. Hasil analisis pada penelitian juga menunjukkan bahwa variabel independen memangPada penelitian diambil 15 perusahaan melalui teknik purposive sampling. Hasil analisis pada penelitian juga menunjukkan bahwa variabel independen memang
STIKES ISFISTIKES ISFI ) yang digunakan berasal dari Arso 3 Kabupaten Keerom. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Pada) yang digunakan berasal dari Arso 3 Kabupaten Keerom. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Pada