PUSLITBANGPLNPUSLITBANGPLN

Journal of Technology and Policy in Energy and Electric PowerJournal of Technology and Policy in Energy and Electric Power

PT Hydratech Smart Indonesia adalah perusahaan yang telah mengimplementasikan teknologi PV surya atap untuk memenuhi kebutuhan daya listrik di sektor perkantoran skala kecil. Pemanfaatan PV surya atap dilakukan untuk mengurangi beban dari PLN dan untuk mengetahui seberapa besar keuntungan dalam hal efisiensi daya yang dihasilkan dalam penggunaan PV surya atap. Seperti teknologi energi terbarukan lainnya, tantangan yang dihadapi pembangkit listrik tenaga surya atap adalah fluktuasi matahari, dalam hal ini radiasinya, yang memiliki peran penting dalam proses ekstraksi daya output yang optimal. Perubahan radiasi yang cepat memengaruhi pemanfaatan energi surya menjadi energi listrik. Penelitian ini merancang pembangkit listrik tenaga surya atap yang optimal dari gedung PT Hydratech Smart Indonesia sebagai representasi penggunaan pembangkit listrik tenaga surya atap dengan kapasitas 3600 W dilengkapi dengan pelacakan titik daya maksimum (MPPT) untuk meningkatkan nilai daya output. Dari beberapa algoritma MPPT yang telah digunakan, algoritma perturb and observe (P&O) adalah algoritma yang paling populer karena implementasinya yang mudah dan harga yang ekonomis. Namun, kelemahan algoritma ini adalah efisiensi kinerjanya yang masih terbilang rendah sehingga perlu dimodifikasi nilai step size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan algoritma P&O konvensional, MPPT mampu mencapai efisiensi sebesar 81,19% dan algoritma P&O yang dimodifikasi sebesar 89,06%.

Berdasarkan hasil simulasi dan analisis dari hasil pengujian dan pengamatan pada sistem PLTS Atap di Gedung PT.Hydratech Smart Indonesia dengan membandingkan algoritme MPPT P&O konvensional dan MPPT P&O modifikasi, maka diperoleh kesimpulan bahwa efisiensi daya output yang pada rangkaian MPPT P&O modifikasi lebih baik hasilnya jika dibandingkan dengan daya output pada rangkaian MPPT P&O konvensional.Persentase rata-rata yang dihasilkan sebesar 89,06% untuk modifikasi sedangkan 81,19% untuk konvensional.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem PLTS atap. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan algoritma MPPT yang lebih adaptif terhadap perubahan kondisi lingkungan, seperti variasi radiasi matahari dan temperatur, dengan mempertimbangkan penggunaan metode kecerdasan buatan (AI) untuk memprediksi dan mengoptimalkan kinerja sistem. Kedua, perlu dilakukan studi komparatif terhadap berbagai jenis konverter DC-DC yang digunakan dalam sistem PLTS atap, dengan mempertimbangkan efisiensi, biaya, dan kompleksitas implementasi, untuk mengidentifikasi konfigurasi yang paling optimal. Ketiga, penelitian dapat mengkaji integrasi sistem penyimpanan energi (ESS) berbasis baterai atau superkapasitor untuk mengatasi fluktuasi daya dan meningkatkan keandalan pasokan listrik, serta mengeksplorasi potensi penggunaan sistem manajemen energi cerdas (EMS) untuk mengoptimalkan penggunaan energi dan mengurangi biaya operasional.

Read online
File size526.65 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test