UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI

Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan AgribisnisJurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis

Gunung Arjuna merupakan kawasan pegunungan dengan hutan serta beberapa tanaman budidaya yang terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Hutan tersebut merupakan kawasan kompleks yang dimanfaatkan sebagai kawasan lindung, riset dan juga hutan produksi untuk komoditas pertanian. Kondisi hutan yang kompleks mengakibatkan kondisi lingkungan tersebut sangat bervariatif. Hutan terdiri dari beberapa kawasanya, yaitu hutan lindung, hutan produksi, perkebunan kopi serta kawasan tanaman semusim. Kawasan gunung Arjuna memiliki beberapa tegakan diantaranya pinus dan mahoni namun sebagian besar dipenuhi oleh pinus sebesar 90% dan pohon mahoni berkisar 10%. Sebagian besar tanaman kopi yang terdapat pada kawasan hutan gunung Arjuna adalah jenis kopi arabika sedangkan sisanya adalah kopi robusta. Penelitian ini dilakukan di kawasan lereng Gunung Arjuna, Terletak di Desa Sumbersari, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Juli–Oktober 2017. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan mengambil beberapa titik sampel yang mewakili yang mewakili tanaman kopi di kawasan tesebut. Beberapa plot sampel pengambilan sampel untuk analisis kesesuaian lahan diidentifikasi pada kawasan: Adapun tahapan pengamatan yang dilakukanya itu pengambilan data suhu udara menggunakan termohigrometer dengan mengambil data suhu minimum dan maksimum, pengambilan kelembapan udara dengan alat termohigrometer juga data minimum dan maksimum serta data intensitas cahaya menggunakan lux meter, pengambilan sampel tanah untuk mengukur hara serta kesuburan tanah, mengukur ketinggian serta tingkat kelerengan lahan. Hasil pengamatan yang telah dilakukan akan dianalisis menggunakan metode analisis kesesuaian lahan, dengan menyesuaikan data kawasan tersebut dengan tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman kopi robusta dan arabika.

Berdasarkan kondisi kesesuaian tanaman kopi pada kawasan lahan Lereng Gunung Arjuna dapat dikatakan jenis kopi robusta seharusnya lebih cocok untuk dikembangkan pada kawasan tersebut.Namun pada kenyataanya jenis tanaman kopi yang banyak dikembangkan pada kawasan Lereng Gunung Arjuna adalah jenis kopi arabika.Hampir sekitar 80% jenis kopi yang dikembangkan pada kawasan Lereng Gunung Arjuna adalah kopi arabika dan sisanya adalah jenis kopi robusta.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi potensi penggunaan spesies pohon peneduh alternatif, seperti Inga atau Albizia, yang memiliki kanopi lebih terbuka, untuk menilai bagaimana perubahan intensitas cahaya dan suhu memengaruhi kesesuaian lahan serta produktivitas kopi arabika dan robusta di lereng Gunung Arjuna. Selanjutnya, diperlukan analisis jangka panjang mengenai dampak perubahan iklim mikro, khususnya fluktuasi suhu harian dan variasi curah hujan, terhadap pertumbuhan, hasil panen, dan kualitas biji kopi pada masing‑masing kelas kesesuaian lahan (S1, S2, S3), sehingga dapat mengidentifikasi adaptasi agronomi yang paling efektif. Selain itu, penting untuk mengevaluasi efek allelopati daun mahoni terhadap perkembangan bibit kopi, serta menyelidiki kemungkinan mitigasi melalui pengolahan litter atau kombinasi dengan spesies peneduh lain yang dapat mengurangi senyawa penghambat. Penelitian ini juga dapat memperluas cakupan wilayah studi dengan memasukkan lahan agroforestri di daerah sekitarnya, guna membandingkan hasil dan menggeneralisasi temuan. Akhirnya, integrasi model GIS berbasis Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan data lapangan terbaru dapat menghasilkan peta kesesuaian yang lebih akurat untuk mendukung keputusan penanaman kopi yang berkelanjutan. Semua pendekatan tersebut diharapkan memberikan panduan ilmiah yang komprehensif bagi petani dan pembuat kebijakan dalam mengoptimalkan produksi kopi sambil melestarikan fungsi ekosistem hutan.

Read online
File size464.77 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test