UNIDAUNIDA

JURNAL MINA SAINSJURNAL MINA SAINS

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui level inklusi optimal tepung ikan asin bawah standar dalam formulasi pakan ikan Nila sebagai pengganti tepung ikan. Perlakuan terdiri atas penggunaan tepung ikan asin bawah standar dengan dosis 0%, 4%, 8%, 13%, dan 17%. Laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pakan, konsumsi pakan, tingkat kelangsungan hidup, dan kualitas air telah dievaluasi. Kisaran laju pertumbuhan spesifik, konsumsi pakan, efisiensi pakan, dan tingkat kelangsungan hidup adalah 2,50-2,58%, 56,84-60,69%, 292,44-297,45 g, dan 97,78-100,00%. Tepung ikan asin bawah standar sebagai pengganti tepung ikan dalam formulasi pakan dapat mengganti sebanyak 17%.

Tepung ikan asin bawah standar (IABS) sebagai substitusi tepung ikan lokal dalam pakan buatan bisa mensubstitusi hingga 17%, IABS 17% memperlihatkan pengaruh yang sama baiknya dengan pakan kontrol (A) untuk parameter laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pakan, jumlah konsumsi pakan, sintasan, dan kandungan protein pada tepung IABS dan tepung ikan lokal hampir sama.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh tingkat inklusi IABS yang lebih tinggi dari 17% bila dikombinasikan dengan sumber protein alternatif lain, seperti tepung kedelai atau bungkil, untuk menilai apakah pertumbuhan dan efisiensi pakan tetap optimal pada nila. Selain itu, penting untuk mengkaji dampak jangka panjang diet berbasis IABS terhadap kesehatan ikan, respon imun, serta kualitas daging, terutama pada kondisi kualitas air yang bervariasi, sehingga dapat menjamin keamanan konsumen dan keberlanjutan budidaya. Selanjutnya, pengembangan metode pengolahan IABS, misalnya melalui perlakuan enzimatis atau fermentasi, perlu diteliti untuk meningkatkan kecernaan dan penerimaan pakan, serta mengevaluasi aspek ekonomi dan kelayakan praktisnya bagi petani ikan skala kecil.

Read online
File size645.44 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test