UNIDAUNIDA

JURNAL MINA SAINSJURNAL MINA SAINS

Streptococcosis adalah penyakit penting pada ikan Nila yang disebabkan oleh Streptococcus agalactiae. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menentukan keefektifanvaksin Streptococcus agalactiae melalui perendaman dan penyuntikan intraperitoneal untuk pencegahan Streptococcosis pada ikan Nila. Percobaan vaksinasi telah dilakukan melalui perendaman dan penyuntikan secara intraperitoneal ke dalam ikan dengan konsentrasi 107 cells/mL, 106 cells/mL, 104 cells/mL, dan kontrol. Ikan kontrol disuntik dengan BHIB (Brain Heart Infusion Broth). Ikan uji ditantang melalui suntikan intraperitoneal pada dosis 103 cfu/mLStreptococcus agalactiae. Hasil penelitian tidak memperlihatkan perbedaan nyata diantara perlakuan terhadap kelangsungan hidup ikan. Ini disebabkan oleh karena konsentrasi uji tantang tidak disebabkan oleh pengaruh LD50 utama. Nilai titer antibodi memperlihatkan respon imun yang ditandai dengan penggumpalan darah. Gejala klinis yang teramati dimulai 72 jam pasca uji tantang ditandai dengan perubahan waarna tubuh dan berenang di daras akuarium. Kematian ikan dimulai 96 jam setelah uji tantang. Vaksin Streptococcus agalactiae melalui perendaman suntikan intraperitoneal injection belum cukup efektif untuk mencegah ikan Nila LARASATI terhadap Streptococcosis.

Vaksin Streptococcus agalactiae yang diberikan melalui aplikasi perendaman dan injeksi intraperitoneal dengan berbagai konsentrasi tidak efektif untuk mencegah Streptococcosis pada ikan nila LARASATI.

Mengingat hasil penelitian ini menunjukkan bahwa vaksin Streptococcus agalactiae belum efektif, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat menjanjikan untuk mengembangkan strategi pencegahan Streptococcosis yang lebih baik. Pertama, penelitian mendatang dapat berfokus pada pengembangan formulasi vaksin yang lebih optimal. Mengingat diskusi yang menyinggung potensi produk ekstraseluler bakteri sebagai properti imunogenik, penting untuk mengevaluasi efektivitas vaksin yang menggabungkan sel utuh dengan komponen ekstraseluler Streptococcus agalactiae. Apakah kombinasi ini mampu memicu respons imun yang lebih kuat dan protektif dibandingkan hanya menggunakan sel utuh saja? Kedua, penting untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai optimasi dosis uji tantang bakteri yang digunakan. Temuan bahwa konsentrasi uji tantang saat ini mungkin tidak memadai untuk ikan nila LARASATI menunjukkan perlunya identifikasi dosis letal median (LD50) yang spesifik untuk varietas ikan nila yang berbeda, termasuk LARASATI dan BEST, guna memastikan bahwa uji efektivitas vaksin dilakukan dalam kondisi yang merefleksikan tekanan infeksi yang sesungguhnya. Ketiga, perlu untuk mendalami mekanisme kekebalan spesifik yang terbentuk pada ikan nila, terutama pada varietas yang menunjukkan ketahanan alami. Bagaimana respons imun ini dapat diperkuat atau dimanipulasi melalui vaksinasi untuk menghasilkan perlindungan jangka panjang? Memahami perbedaan respons imun antarvarietas ikan nila, serta peran berbagai komponen vaksin dalam memicu perlindungan, akan menjadi kunci dalam merancang vaksin yang tidak hanya menghasilkan antibodi, tetapi juga memberikan perlindungan nyata terhadap penyakit Streptococcosis yang merugikan.

Read online
File size488.65 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test