GAWPALUGAWPALU

Buletin GAW Bariri (BGB)Buletin GAW Bariri (BGB)

Tinggi dasar awan merupakan informasi penting dalam meteorologi penerbangan. Estimasi tinggi dasar awan dapat memanfaatkan hasil observasi udara atas radiosonde berupa data Lifting Condensation Level (LCL) dan Convective Condensation Level (CCL). Penelitian ini fokus pada wilayah Makassar dengan menggunakan data radiosonde Stasiun Meteorologi Sultan Hasanuddin pada tahun 2015-2018 dan data observasi sinoptik. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui profil ketinggian LCL dan CCL serta mengestimasi tinggi dasar awan di wilayah Makassar dan sekitarnya sehingga dapat menyediakan informasi tinggi dasar awan yang relevan khususnya bagi penerbangan di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Dari penelitian yang menggunakan data Radiosonde dan Observasi tinggi dasar awan dari tahun 2015-2018 di wilayah Makassar dan sekitarnya, dapat disimpulkan bahwa ketinggian LCL umumnya lebih rendah dibandingkan dengan ketinggian CCL.Keduanya memiliki ketinggian yang bervariasi secara harian maupun musiman dan dipengaruhi oleh profil suhu udara, suhu titik embun, dan ketinggian Atmospheric Boundary Layer (ABL).Berdasarkan studi kasus terpilih selama periode tersebut, tinggi dasar awan yang biasa dilaporkan dalam data observasi sinoptik maupun laporan cuaca penerbangan di Stasiun Meteorologi Sultan Hasanuddin ternyata lebih rendah dibandingkan dengan CCL, namun lebih tinggi dibandingkan dengan LCL.Dengan mempertimbangkan mekanisme pembentukan awan yang sebagian besar berupa faktor dinamis, maka lebih representatif menggunakan LCL untuk mengestimasi tinggi dasar awan di wilayah tersebut.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam mengenai pengaruh mekanisme pembentukan awan terhadap estimasi tinggi dasar awan di wilayah Makassar. Selain itu, perlu dipertimbangkan faktor-faktor lain seperti topografi, sirkulasi angin, dan konvergensi massa udara yang dapat memengaruhi pembentukan awan dan tinggi dasar awan. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan data pengamatan yang lebih komprehensif, mencakup waktu dalam satu hari (pagi, siang, dan malam) serta data dari berbagai stasiun meteorologi di wilayah Makassar dan sekitarnya. Dengan demikian, hasil penelitian dapat memberikan gambaran yang lebih akurat dan relevan mengenai tinggi dasar awan di wilayah tersebut.

Read online
File size611.1 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test