WIDYAYUWANAWIDYAYUWANA

JPAK: Jurnal Pendidikan Agama KatolikJPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik

Penelitian ini menganalisis metode dan manfaat pembelajaran Alkitab bagi umat Kristen. Belajar Alkitab memberikan banyak manfaat dalam perjalanan hidup umat Kristen. Namun, berbagai tantangan dan kesulitan yang dihadapi umat dalam menemukan makna dalam teks Alkitab, serta metode interpretasi yang tidak terstruktur, sering menjadi penghalang untuk memperoleh manfaat tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan survei terhadap delapan anggota kelompok kerasulan Alkitab Emaus Journey di Jalan Godean, Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang berisi beberapa pertanyaan tertulis tentang metode interpretasi, manfaat, dan makna yang diperoleh setelah mempelajari Alkitab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mempelajari teks Alkitab tidak hanya mendekatkan orang kepada Alkitab, tetapi juga meningkatkan kualitas pemahaman umat tentang Alkitab dan semakin memungkinkan umat untuk hidup sesuai dengan Firman Allah dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini, umat perlu menggunakan metode dan pendekatan yang tepat untuk menafsirkan teks Alkitab sesuai dengan bentuk dan tipenya. Beberapa metode dan pendekatan yang dapat digunakan adalah metode interpretasi dalam Dei Verbum 12, metode historis-kritis, metode naratif, pendekatan sosiologis, pendekatan antropologi budaya, pendekatan psikologis dan psikoanalisis, serta pendekatan alegoris. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran Alkitab memiliki peluang besar untuk membantu umat Kristen menjelajahi kekayaan rohani dalam Alkitab, asalkan umat dapat menafsirkan teks-teks dalam Alkitab dengan metode dan pendekatan yang tepat dan berdasarkan tiga makna teks dalam Alkitab, yaitu makna literal, makna spiritual, dan makna yang lebih dalam.

Pendalaman teks Kitab Suci dalam kelompok Kerasulan Kitab Suci dapat menjadi salah satu wadah yang berpeluang besar untuk memperkaya pemahaman umat beriman terkait Kitab Suci, serta menumbuhkan iman umat beriman dalam hidup sehari-hari maupun dalam hidup bermasyarakat.Secara khusus, berhadapan dengan kesulitan serta tantangan dalam menafsirkan teks Kitab Suci, ada beberapa metode dan pendekatan sederhana dan penting yang bisa membantu umat beriman untuk menemukan makna teks Kitab Suci sebagaimana yang dimaksudkan oleh Allah melalui pengarang suci-Nya.Beberapa metode dan pendekatan yang ditawarkan dalam artikel ini adalah metode historis-kritis, metode naratif, pendekatan sosiologi, pendekatan antropologi budaya, pendekatan psikologis dan psikoanalisis, pendekatan allegoris, dan yang paling utama adalah metode penafsiran dalam Dei Verbum 12.Secara khusus, apabila berbagai metode dan pendekatan yang digunakan dalam menafsirkan teks Kitab Suci sesuai dengan bentuk dan jenis sastra teksnya, maka umat beriman akan semakin mampu untuk menemukan makna literal, makna spiritual atau bahkan makna yang lebih penuh dari teks Kitab Suci tersebut.Dengan demikian, seluruh umat beriman, terutama seluruh anggota kelompok Kerasulan Kitab Suci Emaus Journey Jalan Godean Yogyakarta akan semakin mampu menjalani dinamika pertemuan dan sharing mereka dengan saling memperkaya mutiara rohani yang terdapat dalam teks Kitab Suci.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara berbagai metode penafsiran Kitab Suci yang digunakan oleh kelompok-kelompok kerasulan Kitab Suci yang berbeda. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana metode-metode tersebut diterapkan dalam konteks kelompok masing-masing dan bagaimana metode-metode tersebut mempengaruhi pemahaman dan pengalaman spiritual anggota kelompok. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas metode-metode penafsiran dalam membantu umat beriman menemukan makna yang lebih dalam dalam Kitab Suci dan bagaimana metode-metode tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh umat beriman dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan metode-metode penafsiran yang lebih inovatif dan relevan dengan konteks modern, dengan mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kebutuhan spiritual umat beriman di era digital.

  1. KATEKESE PENDALAMAN KITAB SUCI UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI DAN KEBERANIAN MENGUNGKAPKAN PENGALAMAN... doi.org/10.46368/dpkm.v1i1.302KATEKESE PENDALAMAN KITAB SUCI UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI DAN KEBERANIAN MENGUNGKAPKAN PENGALAMAN doi 10 46368 dpkm v1i1 302
Read online
File size357.8 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test