IJID RSPISULIANTISAROSOIJID RSPISULIANTISAROSO

The Indonesian Journal of Infectious DiseasesThe Indonesian Journal of Infectious Diseases

Latar belakang: Terjadi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bandung pada tahun 2021 diikuti dengan angka kematian. Tujuan: Menganalisis gambaran epidemiologi dan sistem surveilans DBD di Kota Bandung. Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan fenomena dan indepth interview. Hasil: Gambaran epidemiologi berdasarkan orang, jumlah kasus DBD banyak terjadi pada laki-laki, golongan umur anak-anak. Berdasarkan tempat jumlah kasus tertinggi di Kecamatan Antapani. Berdasarkan waktu, dalam 3 tahun terakhir kasus DBD mengalami meningkatan pada akhir tahun. Kesimpulan: Hasil penilaian sistem surveilens yang dikategorikan sangat baik adalah tujuan sistem surveilans, pengolahan dan analisis data, kelengkapan data, dan akses ke pelayanan kesehatan, yang dikategorikan baik adalah ketepatan diagnosis, partisifasi fasilitas kesehatan dan konsistensi data, yang dikategorikan kurang baik adalah ketepatan data.

Gambaran epidemiologi menurut jenis kelamin dan golongan umur menunjukan jumlah kasus DBD banyak terjadi pada laki-laki, golongan umur anak-anak.Berdasarkan sebaran tempat jumlah kasus tertinggi di Kecamatan Antapani.Berdasarkan pola waktu kejadian, dalam 3 tahun terakhir kasus DBD mengalami peningkatan pada akhir tahun.Kasus demam berdarah dengue cenderung menurun dalam tiga tahun terakhir.Kemungkinan telah terjadi KLB di beberapa Puskesmas yang ada di Kota Bandung pada tahun 2021.Disarankan kepada tenaga kesehatan dan petugas surveilans DBD agar dapat melakukan kewaspadaan dini DBD setiap bulannya untuk mencegah terjadinya KLB DBD.Disarankan juga agar Dinas Kesehatan melakukan pengawasan dan penilaian secara berkala pada sistem surveilans DBD, agar dapat menentukan kebijakan yang tepat dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan DBD.

Untuk mengurangi risiko dan angka kesakitan akibat DBD, diperlukan langkah-langkah pengawasan yang lebih spesifik dalam pencegahan dan pengendalian DBD. Disarankan agar Dinas Kesehatan melakukan pengawasan dan penilaian secara berkala pada sistem surveilans DBD, agar dapat menentukan kebijakan yang tepat dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan DBD. Selain itu, perlu dilakukan tindakan promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat dalam upaya intervensi terhadap penjamu (manusia) untuk menekan atau menurunkan angka kesakitan akibat DBD. Penelitian selanjutnya dapat fokus pada analisis data Kejadian DBD secara analitik untuk melihat faktor penyebab tingginya kejadian DBD di Kota Bandung, serta menganalisis sistem surveilans yang ada di tingkat Puskesmas untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pencegahan dan pemberantasan DBD.

Read online
File size454.29 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test