ORLIORLI

Oto Rhino Laryngologica IndonesianaOto Rhino Laryngologica Indonesiana

Latar belakang: Aspirasi benda asing pada bronkus dapat menyebabkan obstruksi jalan napas yang mengancam jiwa, terutama pada anak-anak. Tujuan: Melaporkan dan mendiskusikan tantangan dalam mengekstraksi benda asing berbentuk bulat pada bronkus kanan anak kecil. Metode: Kasus seorang anak berusia 3 tahun yang tidak sengaja menghirup bola logam kecil diidentifikasi melalui foto toraks yang menunjukkan opasitas berdensitas tinggi pada bronkus utama kanan, kemudian diekstraksi dengan bronkoskopi menggunakan forsep optik dan forsep magnetik; pencarian literatur dilakukan dengan kata kunci terkait pada database Medline dan PubMed. Hasil: Dari lima laporan kasus (2003‑2020) hanya satu yang menggunakan prosedur bedah, sedangkan empat lainnya berhasil diekstraksi bronkoskopi. Diskusi: Bentuk bulat dan material logam benda asing menyulitkan penangkapan dengan forsep, sementara lumen bronkus pada anak kecil bersifat rapuh; diagnosis cepat dan intervensi yang tepat sangat penting untuk hasil yang menguntungkan. Kesimpulan: Pemilihan instrumen harus disesuaikan dengan bentuk dan jenis benda asing, dan intervensi bedah dipertimbangkan hanya sebagai pilihan akhir.

Aspirasi benda asing berbentuk bulat pada anak merupakan kondisi kritis yang memerlukan pengambilan benda asing secara cepat serta pencegahan komplikasi.Dalam penanganan pasien dengan benda asing di bronkus, penting memilih instrumen yang tepat sesuai dengan bentuk dan tipe benda asing.Intervensi bedah sebaiknya dipertimbangkan hanya sebagai langkah terakhir bila metode bronkoskopi tidak berhasil.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji perbandingan efektivitas dan keamanan berbagai instrumen penangkapan (forsep optik, forsep magnetik, dan kateter balon) khusus untuk benda asing berbentuk bulat dan bersifat logam pada bronkus anak, dengan mengukur tingkat keberhasilan dan komplikasi. Selain itu, studi prospektif multisentra dapat mengevaluasi peran pencitraan lanjutan seperti CT scan dibandingkan foto toraks standar dalam mendeteksi dan memandu penanganan benda asing bronkus pada anak, untuk menentukan protokol diagnostik yang paling efisien. Terakhir, analisis jangka panjang terhadap outcome klinis dan kualitas hidup setelah ekstraksi bronkoskopi pada populasi pediatrik diperlukan untuk menilai dampak prosedur serta mengidentifikasi faktor-faktor risiko komplikasi pasca‑operasi.

Read online
File size714.71 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test