ORLIORLI
Oto Rhino Laryngologica IndonesianaOto Rhino Laryngologica IndonesianaLatar belakang: Sistem mukosilier merupakan mekanisme pertahanan utama pada saluran pernafasan sebagai pelindung dari berbagai partikel, termasuk bakteri. Sistem mukosilier dapat mengeluarkan kuman yang masuk melalui proses batuk, atau tertelan. Sistem ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti infeksi saluran pernapasan, peradangan (rinosinusitis), kebiasaan merokok, dan polutan. Jika sistem mukosilier tidak dalam kondisi baik, maka waktu pembersihan akan lebih lama. Metode evaluasi untuk mengetahui fungsi sistem mukosilier adalah dengan uji sakarin, yang bersifat non-invasif, mudah direproduksi, biaya rendah, dan tidak memerlukan keahlian khusus untuk melakukannya. Tujuan: Menilai sistem mukosilier pada rinosinusitis kronis. Metode: Penelitian deskriptif observasional dengan desain potong lintang, untuk melihat lama waktu uji sakarin pada pasien rinosinusitis kronis, di bagian THT RSUD Dr. Saiful Anwar, pada Januari-Desember 2023. Hasil: Temuan terbanyak adalah waktu uji sakarin normal pada 46 pasien (90%), dan uji sakarin berkepanjangan pada 5 pasien (12%). Rerata uji sakarin pada pasien rinosinusitis kronis adalah 7.5±5.9. Sebagian besar pasien adalah rinosinusitis kronis tanpa polip (81%) dengan rerata uji sakarin adalah 7.1±5.87, dan mayoritas adalah non polip dan non rinitis alergi (43%) dengan rerata 8.2±6.1. Kesimpulan: Uji sakarin dapat menjadi abnormal pada rinosinusitis kronis, namun secara keseluruhan pasien dengan rinosinusitis kronis memiliki rerata waktu uji sakarin normal, baik pada rinosinusitis polip maupun non-polip. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa waktu uji sakarin lebih lama pada rinosinusitis kronis dengan polip.
Uji sakarin dapat menunjukkan hasil abnormal pada rinosinusitis kronis, namun secara umum pasien dengan kondisi ini memiliki rerata waktu uji sakarin yang normal, baik pada kasus dengan maupun tanpa polip.Hasil penelitian juga mengindikasikan bahwa waktu uji sakarin cenderung lebih lama pada rinosinusitis kronis dengan polip.Hal ini menggarisbawahi pentingnya evaluasi fungsi mukosiliar pada pasien rinosinusitis kronis untuk memahami kondisi klinis mereka secara lebih komprehensif.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik selain keberadaan polip yang berkontribusi terhadap gangguan fungsi mukosiliar pada pasien rinosinusitis kronis, seperti peran inflamasi lokal dan karakteristik mukus. Studi prospektif yang melibatkan pengukuran objektif fungsi mukosiliar, seperti *mucociliary clearance* dengan metode *sacchanrin*, dan korelasi dengan temuan endoskopi nasal serta analisis sitologi mukosa hidung, dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai patofisiologi rinosinusitis kronis. Selain itu, penelitian yang mengeksplorasi efektivitas intervensi terapeutik yang ditargetkan untuk memperbaiki fungsi mukosiliar, seperti irigasi nasal dengan larutan hipertonik atau penggunaan agen mukolitik, perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien rinosinusitis kronis. Penelitian ini dapat dilakukan dengan membandingkan kelompok pasien yang menerima terapi dengan kelompok kontrol yang menerima perawatan standar, dan mengevaluasi perubahan fungsi mukosiliar sebagai outcome utama.
| File size | 320.62 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
POLKESBANPOLKESBAN Dari 539 artikel yang teridentifikasi pada periode 2015–2025, sebanyak 9 studi memenuhi kriteria inklusi. Sebagian besar ESA terbukti efektif meningkatkanDari 539 artikel yang teridentifikasi pada periode 2015–2025, sebanyak 9 studi memenuhi kriteria inklusi. Sebagian besar ESA terbukti efektif meningkatkan
JURNALEQUIVALENTJURNALEQUIVALENT Kondisi ini sering kali tidak terdeteksi sejak dini karena keterbatasan akses pemeriksaan dan rendahnya kesadaran masyarakat, sehingga penanganan baruKondisi ini sering kali tidak terdeteksi sejak dini karena keterbatasan akses pemeriksaan dan rendahnya kesadaran masyarakat, sehingga penanganan baru
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Tindakan diberikan kepada dua pasien di Ruang HCU Mahakam RSUD Dr. Saiful Anwar Provinsi Jawa Timur. Hasil pengkajian didapatkan dua pasien CVA BleedingTindakan diberikan kepada dua pasien di Ruang HCU Mahakam RSUD Dr. Saiful Anwar Provinsi Jawa Timur. Hasil pengkajian didapatkan dua pasien CVA Bleeding
MARANATHAMARANATHA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lemak tubuh dan massa otot terhadap kadar gula darah sewaktu pada populasi dewasa muda. PadaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lemak tubuh dan massa otot terhadap kadar gula darah sewaktu pada populasi dewasa muda. Pada
CERICCERIC 793 profesional kesehatan. Artikel disertakan jika: 1) menggambarkan kolaborasi interprofesional intervensi untuk meningkatkan keselamatan pasien; 2) berfokus793 profesional kesehatan. Artikel disertakan jika: 1) menggambarkan kolaborasi interprofesional intervensi untuk meningkatkan keselamatan pasien; 2) berfokus
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Helicobacter pylori (H. pylori) dan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan dua kondisi gastrointestinal yang umum dan memerlukan penanganan yangHelicobacter pylori (H. pylori) dan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan dua kondisi gastrointestinal yang umum dan memerlukan penanganan yang
MARANATHAMARANATHA Gangguan tingkat kecemasan akan didapatkan dengan kuesioner HARS sedangkan untuk membedakan gejala EPS dan DPS dipakai kuesioner ROME IV. Hubungan antaraGangguan tingkat kecemasan akan didapatkan dengan kuesioner HARS sedangkan untuk membedakan gejala EPS dan DPS dipakai kuesioner ROME IV. Hubungan antara
STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan tingkat pengetahuan perawat dengan penerapan EWS di RS Khusus Mata Masyarakat ProvinsiTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan tingkat pengetahuan perawat dengan penerapan EWS di RS Khusus Mata Masyarakat Provinsi
Useful /
STMIKJAYAKARTASTMIKJAYAKARTA Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1990, TK menyediakan program pendidikan untuk anak usia dini dengan tujuan mengembangkan berbagai aspekBerdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1990, TK menyediakan program pendidikan untuk anak usia dini dengan tujuan mengembangkan berbagai aspek
STMIKJAYAKARTASTMIKJAYAKARTA Data kuesioner memberikan wawasan yang berguna untuk perencanaan acara yang lebih relevan. Meski aplikasi ini terbatas pada skala pengujian kecil, hasilnyaData kuesioner memberikan wawasan yang berguna untuk perencanaan acara yang lebih relevan. Meski aplikasi ini terbatas pada skala pengujian kecil, hasilnya
MARANATHAMARANATHA Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara kadar gula darah dan status kognitif, namun terdapat hubungan antara kadar gulaPenelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara kadar gula darah dan status kognitif, namun terdapat hubungan antara kadar gula
MARANATHAMARANATHA Simpulan dari kasus tersebut menjadikan peluang di kemudian hari untuk perawatan pasien yang dipersonalisasi disesuaikan dengan fenotipe yang meringankanSimpulan dari kasus tersebut menjadikan peluang di kemudian hari untuk perawatan pasien yang dipersonalisasi disesuaikan dengan fenotipe yang meringankan