APPISIAPPISI
Tamasya : Jurnal Pariwisata IndonesiaTamasya : Jurnal Pariwisata IndonesiaDi tengah meningkatnya ekspektasi tamu terhadap kebersihan dan kenyamanan akomodasi, penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam layanan housekeeping menjadi aspek krusial dalam industri perhotelan. Kebersihan kamar tamu yang baik tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga dapat memperkuat citra dan reputasi sebuah akomodasi. Salah satu contoh akomodasi yang menerapkan SOP pembersihan kamar adalah Palm Homestay Kuta Lombok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi SOP pembersihan kamar tamu di Palm Homestay Kuta Lombok, mengevaluasi sejauh mana SOP tersebut diimplementasikan, serta mengidentifikasi masalah yang dihadapi dan solusi yang dapat dilakukan untuk perbaikan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, implementasi SOP pembersihan kamar di Palm Homestay Kuta Lombok dapat dikatakan berjalan dengan cukup baik. Namun, masih terdapat beberapa kendala yang perlu diperhatikan, seperti penempatan amenities yang kurang tepat, metode dusting yang belum konsisten, serta keterbatasan alat pembersih yang digunakan. Kendala-kendala tersebut dapat mempengaruhi kualitas pembersihan kamar dan kenyamanan tamu yang tinggal. Meskipun telah dilakukan upaya perbaikan, seperti pengawasan rutin dan penggunaan alat pembersih yang lebih konsisten, pelatihan karyawan masih perlu dimaksimalkan. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan agar alokasi anggaran untuk pelatihan karyawan dioptimalkan, dengan tujuan meningkatkan keterampilan dan pemahaman staf mengenai SOP yang diterapkan.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Palm Homestay Kuta Lombok telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) pembersihan kamar yang cukup baik dan telah diimplementasikan oleh karyawan room attendant secara umum sesuai dengan ketentuan.Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala teknis dalam pelaksanaannya, seperti penempatan amenities yang kurang tepat, metode dusting yang belum konsisten, serta keterbatasan alat dan bahan pembersih.Upaya perbaikan telah dilakukan melalui pengawasan rutin dan penggunaan alat yang lebih konsisten, meskipun pelatihan karyawan belum maksimal karena belum dialokasikan anggaran khusus.Dengan demikian, efektivitas implementasi SOP belum optimal dan masih memerlukan peningkatan berkelanjutan melalui pendekatan salah satunya manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling).
Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode penelitian, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang terdapat dalam paper, terdapat beberapa ide penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi efektivitas berbagai metode pelatihan karyawan dalam meningkatkan pemahaman dan penerapan SOP pembersihan kamar, dengan fokus pada metode pelatihan yang paling sesuai dengan karakteristik karyawan homestay. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur secara langsung dampak implementasi SOP terhadap kepuasan tamu, dengan menggunakan kuesioner yang terstruktur dan analisis statistik untuk mengidentifikasi hubungan kausal. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem monitoring dan evaluasi implementasi SOP secara berkelanjutan, yang melibatkan penggunaan teknologi seperti aplikasi mobile atau sistem berbasis cloud untuk memantau kinerja karyawan dan mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. Ketiga saran penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas layanan akomodasi, khususnya homestay, serta meningkatkan kepuasan tamu dan daya saing pariwisata di Indonesia.
- Kualitas Kebersihan Kamar Tamu di Hotel XXX | Journal of Hospitality Accommodation Management (JHAM).... doi.org/10.52352/Jham.V2i2.1161Kualitas Kebersihan Kamar Tamu di Hotel XXX Journal of Hospitality Accommodation Management JHAM doi 10 52352 Jham V2i2 1161
- DOI Name 10.62281 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 30z crossref email support... Doi.Org/10.62281DOI Name 10 62281 Values doi name values index type timestamp data hs serv 30z crossref email support Doi Org 10 62281
| File size | 529 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
FEB UMIFEB UMI Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori, yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat antar variabelPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori, yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat antar variabel
FEB UMIFEB UMI Penelitian ini menyoroti pentingnya efikasi diri keuangan dalam memediasi pengaruh literasi keuangan, sikap keuangan, dan gaya hidup terhadap perilakuPenelitian ini menyoroti pentingnya efikasi diri keuangan dalam memediasi pengaruh literasi keuangan, sikap keuangan, dan gaya hidup terhadap perilaku
FEB UMIFEB UMI Temuan ini menegaskan bahwa performa usaha pertanian sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan kewirausahaan yang melingkupi pelaku usaha, dan setiapTemuan ini menegaskan bahwa performa usaha pertanian sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan kewirausahaan yang melingkupi pelaku usaha, dan setiap
FEB UMIFEB UMI Budaya lingkungan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun melalui mediasi GHRM. Budaya lingkunganBudaya lingkungan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun melalui mediasi GHRM. Budaya lingkungan
FEB UMIFEB UMI Pengumpulan data dilakukan melalui distribusi kuesioner kepada responden, menggunakan daftar pernyataan yang terstruktur secara sistematis menggunakanPengumpulan data dilakukan melalui distribusi kuesioner kepada responden, menggunakan daftar pernyataan yang terstruktur secara sistematis menggunakan
FEB UMIFEB UMI Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui perangkat lunak SPSS 26.Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui perangkat lunak SPSS 26.
IPBIPB Untuk meningkatkan efektivitas, diperlukan upaya seperti pemantauan ekosistem secara berkala, legalisasi standar operasional prosedur (SOP), serta peningkatanUntuk meningkatkan efektivitas, diperlukan upaya seperti pemantauan ekosistem secara berkala, legalisasi standar operasional prosedur (SOP), serta peningkatan
APPISIAPPISI Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahapan utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahapan utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Useful /
FEB UMIFEB UMI Temuan ini menunjukkan bahwa bank beraset besar cenderung menghasilkan audit yang lebih berkualitas karena kompleksitas operasional dan pengawasan regulatifTemuan ini menunjukkan bahwa bank beraset besar cenderung menghasilkan audit yang lebih berkualitas karena kompleksitas operasional dan pengawasan regulatif
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Sebagian besar pasien mengalami pruritus dengan kategori sedang hingga berat, yang dapat menurunkan kualitas hidup secara signifikan. Temuan ini diharapkanSebagian besar pasien mengalami pruritus dengan kategori sedang hingga berat, yang dapat menurunkan kualitas hidup secara signifikan. Temuan ini diharapkan
IPBIPB Penelitian ini menyimpulkan bahwa waktu minimum untuk menghasilkan kompos dari kulit singkong dan kotoran kambing dengan parameter pH sesuai SNI adalahPenelitian ini menyimpulkan bahwa waktu minimum untuk menghasilkan kompos dari kulit singkong dan kotoran kambing dengan parameter pH sesuai SNI adalah
IPBIPB Kecamatan dengan kerentanan sangat tinggi meliputi Caringin, Ciampea, Ciawi, Cigombong, Cijeruk, Ciomas, Dramaga, Kemang, Leuwiliang, Megamendung, Rancabungur,Kecamatan dengan kerentanan sangat tinggi meliputi Caringin, Ciampea, Ciawi, Cigombong, Cijeruk, Ciomas, Dramaga, Kemang, Leuwiliang, Megamendung, Rancabungur,