STIFARSTIFAR

Media Farmasi IndonesiaMedia Farmasi Indonesia

Peran apoteker dalam layanan kesehatan terus berkembang seiring kemajuan teknologi, khususnya dalam pencatatan obat berbasis internet. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi tingkat ketergunaan aplikasi berbasis web dengan modul nyeri sebagai bantuan dalam layanan swamedikasi di apotek. Swamedikasi, yaitu penggunaan obat tanpa resep dokter, merupakan praktik umum di apotek, khususnya untuk keluhan nyeri. Proses pencatatan obat dengan aplikasi ini menjadi lebih sistematis, terdokumentasi, dan sesuai dengan era digitalisasi layanan kesehatan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D). Tahap awal dilakukan wawancara dengan 10 apoteker untuk mengidentifikasi kebutuhan aplikasi, menunjukkan bahwa swamedikasi nyeri merupakan layanan paling sering diberikan di apotek. Uji ketergunaan menggunakan kuesioner USE melibatkan 135 responden (45 apoteker dan 90 pasien) di Semarang. Hasil menunjukkan aplikasi memenuhi kriteria ketergunaan berdasarkan aspek manfaat, kemudahan penggunaan, kemudahan belajar, dan kepuasan pengguna.

Aplikasi berbasis web dengan modul nyeri terbukti memenuhi kriteria ketergunaan.Penilaian dari apoteker mencapai 91,94% untuk manfaat dan kepuasan, sementara pasien menilai 88,25% untuk manfaat.Aplikasi ini diterima baik karena kemudahan penggunaan dan kemampuan bantu mencatat serta mengelola data obat pasien secara lebih efektif.Modul nyeri dianggap relevan untuk mendukung layanan swamedikasi yang lebih aman dan terstruktur, sehingga berpotensi memperbaiki kualitas layanan apotek melalui teknologi digital.

Penelitian lanjutan disarankan untuk mengembangkan fitur pendukung lain seperti sistem pemberitahuan otomatis bagi pasien tentang kecocokan obat. Selain itu, perlunya penelitian tentang integrasi teknologi kecerdasan buatan untuk analisis interaksi obat secara real-time. Studi terhadap faktor penghalang adopsi teknologi digital oleh apoteker di daerah pedesaan juga layak dilakukan untuk memastikan ketersediaan layanan inklusif. Sementara itu, evaluasi jangka panjang terhadap dampak aplikasi terhadap kesalahan penggunaan obat dan kepuasan pasien dapat memberikan data empiris untuk pengembangan sistem bernuansa kesehatan masyarakat.

  1. Pengujian Validasi Isi (Content Validity) Angket Persepsi Mahasiswa terhadap Pembelajaran Daring Matakuliah... jurnalfaktarbiyah.iainkediri.ac.id/index.php/factorm/article/view/158Pengujian Validasi Isi Content Validity Angket Persepsi Mahasiswa terhadap Pembelajaran Daring Matakuliah jurnalfaktarbiyah iainkediri ac index php factorm article view 158
  2. SciELO Brazil - Construction and validation of an Educational Content Validation Instrument in Health... doi.org/10.1590/0034-7167-2017-0648SciELO Brazil Construction and validation of an Educational Content Validation Instrument in Health doi 10 1590 0034 7167 2017 0648
Read online
File size584.55 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test