STIKESKESDAM4DIPSTIKESKESDAM4DIP
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANAJURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANAAbortus inkomplit merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan keluarnya sebagian hasil konsepsi dan sisanya masih tertinggal dalam uterus, yang dapat menimbulkan perdarahan hebat serta risiko kematian ibu jika tidak ditangani segera. Kejadian abortus inkomplit dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus inkomplit pada ibu hamil di RSUD Sejiran Setason Kota Muntok Kabupaten Bangka Barat Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami abortus inkomplit di RSUD Sejiran Setason. Jumlah sampel sebanyak 84 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi usia, paritas, riwayat abortus, pendidikan, pekerjaan, dan jarak kehamilan. Analisis data menggunakan uji Fishers Exact. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia (p=0,026), paritas (p=0,030), riwayat abortus (p=0,013), pendidikan (p=0,009), pekerjaan (p=0,035), dan jarak kehamilan (p=0,016) dengan kejadian abortus inkomplit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa faktor usia, paritas, riwayat abortus, pendidikan, pekerjaan, dan jarak kehamilan berhubungan secara signifikan dengan kejadian abortus inkomplit.
Berdasarkan penelitian dan pembahasan tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Abortus Inkomplit pada ibu hamil di RSUD Sejiran Setason Kota Muntok Kabupaten Bangka Barat Tahun 2024 maka disimpulkan.Ada hubungan antara faktor usia dengan kejadian abortus inkomplit di RSUD Sejiran Setason Kota Muntok Kabupaten Bangka Barat Tahun 2025, sebanyak 48 orang (57,1%) yang berusia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun dan kategori tidak berisiko (usia antara 20 hingga 35 tahun) berjumlah 36 orang (42,9%).Ada hubungan antara faktor paritas dengan kejadian abortus inkomplit di RSUD Sejiran Setason Kota Muntok Kabupaten Bangka Barat Tahun 2025, kategori paritas berisiko, yaitu memiliki lebih dari 2 anak, sebanyak 56 orang (66,7%) dan paritas tidak berisiko (memiliki 2 anak atau kurang) berjumlah 28 orang (33,3%).Ada hubungan antara faktor riwayat abortus dengan kejadian abortus inkomplit di RSUD Sejiran Setason Kota Muntok Kabupaten Bangka Barat Tahun 2025, sebanyak 38 orang (45,2%) ibu hamil memiliki riwayat abortus sebelumnya, sedangkan 46 orang (54,8%) tidak memiliki riwayat abortus.Ada hubungan antara faktor pendidikan dengan kejadian abortus inkomplit di RSUD Sejiran Setason Kota Muntok Kabupaten Bangka Barat Tahun 2025, sebanyak 71 orang (84,5%) berisiko Sementara itu, hanya 13 orang (15,5%) yang memiliki tingkat pendidikan tidak berisiko.Ada hubungan antara faktor pekerjaan dengan kejadian abortus inkomplit di RSUD Sejiran Setason Kota Muntok Kabupaten Bangka Barat Tahun 2025, sebanyak 56 orang (66,7%) ibu hamil dalam penelitian ini bekerja, sedangkan 28 orang (33,3%) tidak bekerja.Ada hubungan antara faktor jarak kehamilan dengan kejadian abortus inkomplit di RSUD Sejiran Setason Kota Muntok Kabupaten Bangka Barat Tahun 2025, jarak kehamilan berisiko sebanyak 76 orang (90,5%).Sementara itu, hanya 8 orang (9,5%) yang memiliki jarak kehamilan tidak berisiko.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar masyarakat dan ibu hamil merencanakan kehamilan pada usia ideal (20–35 tahun) guna menurunkan risiko abortus inkomplit. Edukasi tentang usia kehamilan yang aman perlu ditingkatkan melalui peran keluarga dan lingkungan sekitar. Tenaga kesehatan di RSUD Sejiran Setason diharapkan meningkatkan penyuluhan dan layanan konseling pranikah serta prakonsepsi, serta melakukan pemantauan lebih intensif terhadap ibu hamil dengan usia berisiko. Institusi pendidikan juga diharapkan memberikan edukasi kesehatan reproduksi sejak dini melalui kurikulum, seminar, dan penyuluhan agar generasi muda memiliki kesadaran dalam merencanakan kehamilan yang sehat. Selain itu, disarankan agar masyarakat dan ibu hamil merencanakan jumlah anak secara ideal dan menjaga jarak antar kehamilan guna menurunkan risiko abortus inkomplit, terutama pada ibu dengan paritas tinggi. Tenaga kesehatan di RSUD Sejiran Setason diharapkan aktif memberikan edukasi, skrining, dan pemantauan pada ibu dengan riwayat persalinan berulang serta memperkuat layanan KB dan konseling reproduksi. Institusi pendidikan perlu membekali peserta didik dengan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan pentingnya perencanaan keluarga agar generasi muda dapat membuat keputusan reproduktif yang sehat dan bertanggung jawab.
| File size | 423.19 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
YMPAIYMPAI Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa data responden mayoritas pengguna yang menggunakan MAPAN berusia 26-35 tahun (33,60%), berjenis kelamin perempuanHasil penelitian ini menjelaskan bahwa data responden mayoritas pengguna yang menggunakan MAPAN berusia 26-35 tahun (33,60%), berjenis kelamin perempuan
PELITAIBUPELITAIBU Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paritas dan jarak kehamilan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja PuskesmasPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paritas dan jarak kehamilan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas
ABDINUSABDINUS Edukasi KB meningkatkan kesadaran tentang perencanaan jumlah anak, jarak kehamilan, dan usia ideal melahirkan, meskipun masih ada ketakutan terhadap risikoEdukasi KB meningkatkan kesadaran tentang perencanaan jumlah anak, jarak kehamilan, dan usia ideal melahirkan, meskipun masih ada ketakutan terhadap risiko
SALNESIASALNESIA Peningkatan ini penting untuk membantu pengaturan jarak kehamilan dan mencegah kehamilan tidak diinginkan. Kegiatan ini dapat direplikasi di puskesmasPeningkatan ini penting untuk membantu pengaturan jarak kehamilan dan mencegah kehamilan tidak diinginkan. Kegiatan ini dapat direplikasi di puskesmas
POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA Keadaan gizi dan kesehatan bayi dapat digambarkan salah satunya dengan berat badan saat bayi baru lahir. Selain itu, kejadian yang muncul pada bayi dalamKeadaan gizi dan kesehatan bayi dapat digambarkan salah satunya dengan berat badan saat bayi baru lahir. Selain itu, kejadian yang muncul pada bayi dalam
MARANATHAMARANATHA Kota Bandung tercatat memiliki angka kejadian yang lebih tinggi dibandingkan kejadian BBLR di Indonesia (18,58%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiKota Bandung tercatat memiliki angka kejadian yang lebih tinggi dibandingkan kejadian BBLR di Indonesia (18,58%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF Instrumen penelitian berupa data studi rekam medik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara umur, paritas, pendidikan,Instrumen penelitian berupa data studi rekam medik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara umur, paritas, pendidikan,
MAHARDIKAMAHARDIKA Kemiskinan dan masalah gizi ibu menjadi faktor utama peningkatan risiko lahir bayi kurang dari 2500 gram. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubunganKemiskinan dan masalah gizi ibu menjadi faktor utama peningkatan risiko lahir bayi kurang dari 2500 gram. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan
Useful /
STIKESKESDAM4DIPSTIKESKESDAM4DIP Metode: Latihan aktif, latihan pasif, ankle pumping, static quadriceps, dan mobilisasi dini diberikan kepada pasien selama 4 minggu. Hasil: Evaluasi dilakukanMetode: Latihan aktif, latihan pasif, ankle pumping, static quadriceps, dan mobilisasi dini diberikan kepada pasien selama 4 minggu. Hasil: Evaluasi dilakukan
MARANATHAMARANATHA Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran dampak kesehatan jiwa yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19 terhadap sivitas akademika UniversitasTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran dampak kesehatan jiwa yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19 terhadap sivitas akademika Universitas
IPMIIPMI Program keterlibatan masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan keunggulan layanan komunitas lokal guna memastikan keberlanjutan pelaksanaan Eco‑tourismProgram keterlibatan masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan keunggulan layanan komunitas lokal guna memastikan keberlanjutan pelaksanaan Eco‑tourism
IPMIIPMI Kebun didesain secara vertikal menggunakan pralon atau kerangka baja ringan & talang plastik. Model memudahkan ibu rumah tangga melakukan aktivitas berkebunKebun didesain secara vertikal menggunakan pralon atau kerangka baja ringan & talang plastik. Model memudahkan ibu rumah tangga melakukan aktivitas berkebun