IPMIIPMI

Journal of Sustainable Community Development (JSCD)Journal of Sustainable Community Development (JSCD)

Kepulauan Seribu merupakan tujuan wisata bahari yang populer. Pulau ini dipilih karena lokasinya yang dekat dengan ibu kota, hanya beberapa jam dari Jakarta. Pulau Kelapa Dua adalah pulau kecil dalam gugusan Kepulauan Seribu. Lebih dari tiga puluh tahun lalu, para nelayan Bugis yang berani menyeberangi laut dari Sulawesi Selatan dan sebagian dari mereka menetap di daerah Pulau Kelapa Dua. Rumah‑rumah tradisional di Pulau Kelapa Dua berupa rumah panggung kayu khas Bugis yang masih jauh dari standar sanitasi berkualitas tinggi. Pulau ini memiliki potensi Eco‑Tourism. Potensi tersebut memungkinkan karena adanya program konservasi penyu yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Makalah ini menganalisis kekuatan dan kelemahan Pulau Kelapa Dua serta berkolaborasi dengan Kinarya Corporation yang mengembangkan film tentang Pulau Kelapa Dua. Program keterlibatan masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan keunggulan layanan komunitas lokal guna memastikan keberlanjutan pelaksanaan Eco‑tourism di Pulau Kelapa Dua.

Pulau Kelapa memiliki potensi pariwisata bahari berbasis budaya Bugis serta Eco‑Tourism, namun realisasinya memerlukan perencanaan terintegrasi dan program pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.Meskipun tingkat pendidikan penduduk rendah, antusiasme dan tekad tinggi mereka serta penyediaan fasilitas pendidikan dan pelatihan (perpustakaan mini, video edukasi) menunjukkan kesiapan untuk meningkatkan layanan wisata internasional.Keberlanjutan program bergantung pada kolaborasi penta‑helix antara komunitas, korporasi, pemerintah, akademisi, dan media yang saling mendukung secara berkelanjutan.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana strategi pemasaran digital melalui media sosial memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Kelapa dan efektivitasnya dalam meningkatkan citra destinasi. Selain itu, diperlukan studi kelayakan mengenai model akomodasi ramah lingkungan berbasis rumah panggung tradisional yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dan kenyamanan bagi wisatawan internasional. Selanjutnya, penelitian partisipatif dapat mengevaluasi dampak program pemantauan biodiversitas laut yang melibatkan warga lokal, untuk menilai kontribusi mereka dalam konservasi terumbu karang dan penyu serta implikasinya terhadap kualitas ekowisata. Semua penelitian ini diharapkan dapat memperkuat dasar ilmiah bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Pulau Kelapa.

Read online
File size264.85 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test