UMBJMUMBJM

JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences)JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences)

Infeksi Clostridioides difficile (CDI) menyebabkan diare dan peradangan usus besar (kolitis) dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi, sehingga diperlukan pengobatan yang tepat dan efektif. Metronidazol dan vancomycin merupakan dua antibiotik yang paling umum digunakan untuk mengobati CDI dan menghasilkan hasil klinis yang berbeda. Kajian ini menilai efektivitas komparatif vancomycin dan metronidazol terkait kekambuhan dan mortalitas melalui tinjauan literatur kohort yang mengikuti pedoman PRISMA serta menggunakan basis data ScienceDirect, PubMed, dan JAMA dengan kata kunci Vancomycin, Metronidazole, Clostridioides difficile, Efektivitas, dan Infeksi. Hasil tinjauan terhadap lima jurnal kohort menunjukkan bahwa kedua antibiotik memiliki efektivitas serupa dalam mengobati CDI, tanpa perbedaan signifikan pada respons klinis, kekambuhan, dan mortalitas. Namun, vancomycin memberikan sedikit keunggulan pada pasien dengan CDI berat, terutama dalam mengurangi risiko kematian dalam 30 hari. Secara umum, kedua terapi dapat dianggap setara untuk pasien rawat inap yang mengalami CDI.

Berdasarkan penelitian yang dikaji dalam narrative review ini menunjukkan bahwa baik metronidazol maupun vancomycin memiliki efektivitas yang serupa dalam mengatasi infeksi Clostridioides difficile (CDI), dengan tidak adanya perbedaan signifikan dalam respons klinis, kekambuhan, dan mortalitas.Namun, vancomycin menunjukkan sedikit keuntungan dalam pengobatan pasien dengan CDI berat, termasuk mengurangi risiko kematian dalam 30 hari.Secara umum, kedua pengobatan dapat dianggap setara dalam pengobatan CDI pada pasien rawat inap.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki perbandingan biaya-efektivitas dan outcome ekonomi kesehatan antara vancomycin, metronidazole, dan fidaxomicin dalam pengobatan CDI dengan tingkat keparahan beragam di lingkungan layanan kesehatan Indonesia, mencakup biaya langsung dan tidak langsung. Selain itu, diperlukan studi kohort prospektif multisentra yang mengevaluasi perubahan mikrobioma jangka panjang serta tingkat kekambuhan setelah terapi vancomycin versus metronidazole, dengan stratifikasi berdasarkan kelompok usia dan komorbiditas. Selanjutnya, uji klinis terkontrol acak dapat dilakukan untuk menilai efektivitas terapi kombinasi (vancomycin ditambah suplementasi probiotik) dibandingkan monoterapi pada CDI berat, dengan fokus pada penyembuhan klinis, kekambuhan, dan perkembangan resistensi antibiotik.

  1. DOI Name 10.33084 Values. name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix... doi.org/10.33084DOI Name 10 33084 Values name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix doi 10 33084
Read online
File size482.55 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test