UNITAS PDGUNITAS PDG
Jurnal EmbrioJurnal EmbrioKompos perveg merupakan kompos yang terdiri dari bahan organik yang mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos perveg terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah. Percobaan dilaksanakan di lahan kering ultisol di Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji Kota Padang, ketinggian tempat 15 m dpl, dari April - Juli 2025. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan dosis kompos perveg terdiri dari 6 taraf yaitu 0 ton/ha, 5 ton/ha, 10 ton/ha, 15 ton/ha, 20 ton/ha, dan 25 ton/ha. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi per rumpun, bobot basah umbi per rumpun, bobot basah umbi per plot, bobot kering umbi per rumpun, bobot kering umbi per plot dan produksi per hektar, dan kualifikasi umbi. Hasil penelitian menunjukan pemupukan kompos perveg berpengaruh terhadap jumlah anakan, jumlah umbi, bobot basah umbi per rumpun, bobot basah umbi per plot, bobot kering umbi per rumpun, bobot kering umbi per plot dan produksi per hektar. Dosis kompos perveg terbaik yaitu 25 ton/ha dengan produksi 28ton/ha. Untuk meningkatkan produksi bawang merah disarankan menggunakan kompos perveg dengan dosis 25 ton/ha.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemupukan kompos perveg berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah.Dosis kompos perveg terbaik adalah 25 ton/ha, menghasilkan produksi 28 ton/ha.Oleh karena itu, penggunaan kompos perveg dengan dosis 25 ton/ha direkomendasikan untuk meningkatkan produksi bawang merah.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh kompos perveg terhadap kualitas umbi bawang merah, seperti kandungan gula, ukuran umbi, dan daya simpan. Kedua, studi lebih mendalam mengenai interaksi antara kompos perveg dengan varietas bawang merah yang berbeda perlu dilakukan untuk mengidentifikasi kombinasi yang paling optimal. Ketiga, penelitian mengenai efisiensi penggunaan kompos perveg dengan penambahan mikroorganisme lokal atau bioaktivator lainnya dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pemupukan dan mengurangi penggunaan pupuk kimia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai potensi kompos perveg dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas bawang merah secara berkelanjutan, serta memberikan alternatif solusi bagi petani dalam mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik.
| File size | 235.69 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
CCRJOURNALCCRJOURNAL Identifikasi keluarga gen HSP90 pada T. cacao dilakukan dengan menganalisis urutan TcHSP90 yang diperoleh dari berbagai basis data terkait. Hasil menunjukkanIdentifikasi keluarga gen HSP90 pada T. cacao dilakukan dengan menganalisis urutan TcHSP90 yang diperoleh dari berbagai basis data terkait. Hasil menunjukkan
CCRJOURNALCCRJOURNAL ), dan P2D1 (insektisida dengan Trichoderma sp. ). Hasil residu pestisida dan kualitas kompos dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan pengaruh), dan P2D1 (insektisida dengan Trichoderma sp. ). Hasil residu pestisida dan kualitas kompos dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan pengaruh
PURIFIKASIPURIFIKASI memberikan peningkatan unsur hara paling signifikan, dengan kadar nitrogen mencapai 1,8% dan fosfor mencapai 4,0% pada campuran Lumpur–Tanah C, sedangkanmemberikan peningkatan unsur hara paling signifikan, dengan kadar nitrogen mencapai 1,8% dan fosfor mencapai 4,0% pada campuran Lumpur–Tanah C, sedangkan
UNISBA BLITARUNISBA BLITAR Metode penelitian yang digunakan merupakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) non faktorial dengan 5 (lima) perlakuan konsentrasi biofungisida yangMetode penelitian yang digunakan merupakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) non faktorial dengan 5 (lima) perlakuan konsentrasi biofungisida yang
UPPRUPPR Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2016 hingga Juni 2017 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto. RancanganPenelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2016 hingga Juni 2017 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Rancangan
UPPRUPPR Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak mimba baik dari daun ataupun biji efektif mengendalikan perkembangan Colletotrichum acutatum.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak mimba baik dari daun ataupun biji efektif mengendalikan perkembangan Colletotrichum acutatum.
UPPRUPPR Strategi pengelolaan ekosistem mangrove diusulkan untuk Kecamatan Ujungpangkah, mencakup tindakan seperti sosialisasi, pelatihan, bantuan pembiayaan, peningkatanStrategi pengelolaan ekosistem mangrove diusulkan untuk Kecamatan Ujungpangkah, mencakup tindakan seperti sosialisasi, pelatihan, bantuan pembiayaan, peningkatan
UNPARUNPAR Pengujian tahap I secara in vitro dengan perlakuan M0: tanpa metabolit sekunder; M2: metabolit sekunder Trichoderma longibrachiatum dan M3: metabolit sekunderPengujian tahap I secara in vitro dengan perlakuan M0: tanpa metabolit sekunder; M2: metabolit sekunder Trichoderma longibrachiatum dan M3: metabolit sekunder
Useful /
UNITAS PDGUNITAS PDG Faktor pertama adalah PGPR yang terdiri dari tanpa PGOR, Rizobakteri Pseudomonas sp, dan Rizobakteri Bacillus sp. Faktor kedua adalah pupuk NPK yang terdiriFaktor pertama adalah PGPR yang terdiri dari tanpa PGOR, Rizobakteri Pseudomonas sp, dan Rizobakteri Bacillus sp. Faktor kedua adalah pupuk NPK yang terdiri
UNITAS PDGUNITAS PDG Data sidik ragam dengan uji F selang kepercayaan 95%. Apabila perlakuan berpengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut DMRT taraf nyata 5 %. Parameter yangData sidik ragam dengan uji F selang kepercayaan 95%. Apabila perlakuan berpengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut DMRT taraf nyata 5 %. Parameter yang
UNPARUNPAR 253 hektar yang berupa lahan kering pada ekosistem rawa gambut yang didukung oleh curah hujan dan agroklimat yang sesuai untuk pengembangan pertanian.253 hektar yang berupa lahan kering pada ekosistem rawa gambut yang didukung oleh curah hujan dan agroklimat yang sesuai untuk pengembangan pertanian.
UNSIQUNSIQ banyaknya program keahlian dan h. kesibukan guru dan siswa. Pelaksanaan unit produksi di SMK unggulan DIY memiliki bentuk produksi barang sampai pemasaran,banyaknya program keahlian dan h. kesibukan guru dan siswa. Pelaksanaan unit produksi di SMK unggulan DIY memiliki bentuk produksi barang sampai pemasaran,