FISIPUNIGAFISIPUNIGA

Jurnal Budaya Masyarakat (JBM)Jurnal Budaya Masyarakat (JBM)

Bawang merah merupakan salah satu komoditi hortikultura yang termasuk ke dalam sayuran rempah yang digunakan sebagai pelengkap bumbu masakan guna menambah citarasa dan kenikmatan masakan. Di Desa Panembong, hasil pertanian bawang merah sangat melimpah, mencapai 7 ribu ton sekali panen. Artikel ini menjelaskan program pengabdian masyarakat terutama dalam penyuluhan pengelolaan hasil pertanian bawang merah menjadi bawang goreng guna meningkatkan nilai ekonomi. Kegiatan tim Universitas Garut 2018 dilakukan di Desa Panembong, Kecamatan Bayongbong, Garut. Metode yang digunakan adalah observatif dan studi dokumentasi. Analisis difokuskan pada data kuantitatif yang diinterpretasikan dengan fenomena banyaknya hasil bawang merah yang tidak lolos pasar namun masih layak konsumsi. Analisis menghasilkan pemecahan masalah berupa penyuluhan, pendidikan masyarakat, dan pelatihan produk unggulan desa. Program yang dilakukan antara lain observasi pertanian, pelatihan pembuatan bawang goreng dari bawang merah yang tidak lolos pasar, serta edukasi masyarakat mengenai perencanaan dan pemasaran yang efektif untuk produk pertanian. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan banyaknya bawang merah yang tidak lolos pasar di Desa Panembong. Selain itu, artikel ini juga menekankan pentingnya masyarakat, terutama ibu-ibu PKK, mengetahui cara mengolah hasil pertanian agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Tim Universitas Garut berhasil melaksanakan program penyuluhan dan pelatihan pengelolaan bawang merah yang tidak lolos pasar menjadi bawang goreng siap pakai sebagai upaya peningkatan nilai tambah ekonomi.Edukasi terkait perencanaan dan pemasaran produk juga diberikan untuk mendukung keberlanjutan usaha.Masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program, dan seluruh kegiatan berjalan lancar sesuai rencana.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas pelatihan berkelanjutan dalam meningkatkan keterampilan dan produksi bawang goreng oleh ibu-ibu di Desa Panembong, untuk mengetahui apakah pelatihan satu kali cukup atau diperlukan modul pelatihan rutin. Kedua, penting untuk meneliti potensi pemasaran digital terhadap produk bawang goreng lokal, termasuk analisis preferensi konsumen secara online, strategi branding daerah, dan kelayakan pemasaran melalui platform e-commerce. Ketiga, perlu dikaji secara sistematis kelayakan ekonomi dan teknis dari penyediaan peralatan produksi bawang goreng secara kolektif oleh kelompok ibu-ibu PKK, termasuk model kepemilikan bersama, pengelolaan alat, serta dampaknya terhadap skala produksi dan pendapatan rumah tangga. Penelitian-penelitian ini dapat mengembangkan temuan saat ini dengan fokus pada keberlanjutan, penguatan kapasitas ekonomi lokal, dan integrasi produk pertanian ke dalam ekonomi digital, serta memastikan manfaat program diperoleh secara merata dan berkelanjutan oleh masyarakat Desa Panembong.

  1. #rumah tangga#rumah tangga
  2. #program pengabdian masyarakat#program pengabdian masyarakat
Read online
File size809.29 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2Xn
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test