POLTEKKES SORONGPOLTEKKES SORONG
Nursing ArtsNursing ArtsKualitas pelayanan kesehatan yang diberikan merupakan kepuasan pasien sepenuhnya. Garda terdepan sebuah rumah sakit salah satunya adalah Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang memberikan pertolongan kegawatdaruratan kepada setiap pasien tanpa kecuali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Kualitas Pelayanan Tenaga Medis Instalasi Gawat Darurat (IGD) Dengan Kepuasan Pasien. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross sectional yang melibatkan 91 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara accidental sampling menggunakan kuesioner. Uji yang digunakan adalah uji Korelasi Spearman. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan dimensi bukti fisik (Tangible), daya tanggap (Responsiveness), kehandalan (Reliability), jaminan (Assurance), empati (Emphaty) pelayanan tenaga medis pada Instalasi Gawat darurat (IGD) dengan kepuasan pasien dengan nilai ρ (0,000) ρ < (0,05), untuk dimensi empati (Emphaty) mendapatkan nilai ρ (0,0021) ρ < (0,05). Disimpulkan bahwa seluruh dimensi pelayanan tenaga medis di IGD berhubungan secara signifikan dengan kepuasan pasien. Rumah sakit disarankan meningkatkan responsivitas, empati, dan kualitas sarana prasarana di IGD.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat hubungan yang signifikan antara dimensi bukti fisik (Tangible), daya tanggap (Responsiveness), kehandalan (Reliability), jaminan (Assurance), dan empati (Emphaty) pelayanan tenaga medis di IGD dengan kepuasan pasien.Oleh karena itu, rumah sakit perlu terus meningkatkan kualitas pelayanan pada aspek-aspek tersebut untuk memastikan kepuasan pasien yang optimal.Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang memengaruhi kepuasan pasien di IGD, seperti waktu tunggu dan beban kerja tenaga medis.
Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi lebih dalam mengenai pengaruh faktor-faktor demografis dan sosioekonomi pasien terhadap tingkat kepuasan mereka terhadap pelayanan di IGD. Hal ini penting untuk memahami apakah terdapat perbedaan kepuasan berdasarkan karakteristik pasien. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik dalam dimensi empati yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Dengan demikian, rumah sakit dapat fokus pada peningkatan keterampilan komunikasi dan empati pada tenaga medis IGD. Ketiga, penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari intervensi peningkatan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien dan hasil klinis di IGD. Studi ini akan memberikan bukti yang lebih kuat mengenai efektivitas program peningkatan kualitas pelayanan.
| File size | 602.72 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Nilai rata-rata kepatuhan perawat adalah 1,65 dengan standar deviasi 0,505. Kesimpulannya, kepatuhan perawat dalam melakukan triase di IGD Rumah SakitNilai rata-rata kepatuhan perawat adalah 1,65 dengan standar deviasi 0,505. Kesimpulannya, kepatuhan perawat dalam melakukan triase di IGD Rumah Sakit
ITEKES BALIITEKES BALI Perilaku seksual pada responden laki-laki maupun perempuan sebagian besar adalah perilaku seksual yang buruk yaitu pada laki-laki sebanyak 70,3% dan padaPerilaku seksual pada responden laki-laki maupun perempuan sebagian besar adalah perilaku seksual yang buruk yaitu pada laki-laki sebanyak 70,3% dan pada
ITEKES BALIITEKES BALI Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Barat, alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 189 responden.Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Barat, alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 189 responden.
ITEKES BALIITEKES BALI Penelitian ini menggunakan desain cros sectional dengan 79 anggota keluarga pasien stroke yang mengalami afasia pada dua rumah sakit di Bukittinggi. InstrumenPenelitian ini menggunakan desain cros sectional dengan 79 anggota keluarga pasien stroke yang mengalami afasia pada dua rumah sakit di Bukittinggi. Instrumen
ITEKES BALIITEKES BALI Semakin rendah tingkat depresi, semakin baik kualitas hidup pasien. Selain itu, terdapat pula hubungan negatif yang signifikan antara stigma dan kualitasSemakin rendah tingkat depresi, semakin baik kualitas hidup pasien. Selain itu, terdapat pula hubungan negatif yang signifikan antara stigma dan kualitas
ITEKES BALIITEKES BALI Anak retardasi mental memerlukan penanganan khusus, termasuk pelatihan memotong kuku yang melibatkan orang tua. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untukAnak retardasi mental memerlukan penanganan khusus, termasuk pelatihan memotong kuku yang melibatkan orang tua. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
ITEKES BALIITEKES BALI Stimulus sensor anak autis diproses dengan cara berbeda dengan anak normal sehingga mengakibatkan anak autis mengalami kesulitan dalam mengekspresikanStimulus sensor anak autis diproses dengan cara berbeda dengan anak normal sehingga mengakibatkan anak autis mengalami kesulitan dalam mengekspresikan
ITEKES BALIITEKES BALI ABSTRAK Pendahuluan: Blok pada bidang transver sus abdominis (transver sus abdominis plane /TAP) merupakan teknik yang dilakukan dengan injeksi lokal anestesiABSTRAK Pendahuluan: Blok pada bidang transver sus abdominis (transver sus abdominis plane /TAP) merupakan teknik yang dilakukan dengan injeksi lokal anestesi
Useful /
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Penelitian ini bertujuan untuk diketahui tingkat coping stres mahasiswa yang bekerja di PT X. Metode penelitian Penelitian menggunakan desain kuantitatifPenelitian ini bertujuan untuk diketahui tingkat coping stres mahasiswa yang bekerja di PT X. Metode penelitian Penelitian menggunakan desain kuantitatif
UEUUEU Metode: Penelitian dilakukan melalui observasi terhadap nilai dan sikap mahasiswa, khususnya dalam hal keaktifan selama proses pembelajaran. Evaluasi dilakukanMetode: Penelitian dilakukan melalui observasi terhadap nilai dan sikap mahasiswa, khususnya dalam hal keaktifan selama proses pembelajaran. Evaluasi dilakukan
ITEKES BALIITEKES BALI Pada penelitian ini variable akan diukur menggunakan kuesioner. Pengujian hipotesa dilakukan dengan analisis regresi logistik. Dari lima variable independent,Pada penelitian ini variable akan diukur menggunakan kuesioner. Pengujian hipotesa dilakukan dengan analisis regresi logistik. Dari lima variable independent,
ITEKES BALIITEKES BALI Setelah diberikan pendidikan kesehatan, sikap orang tua dalam penanganan kegawatdaruratan kejang demam pada anak memiliki sikap dalam kategori baik. PendidikanSetelah diberikan pendidikan kesehatan, sikap orang tua dalam penanganan kegawatdaruratan kejang demam pada anak memiliki sikap dalam kategori baik. Pendidikan