STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK

PROSIDING PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEAGAMAANPROSIDING PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEAGAMAAN

Masyarakat Dayak Kanayatn merupakan salah satu suku dayak yang masih memegang tradisi leluhur yakni tradisi Naik Dango. Tradisi yang dilakukan turun temurun ini menandakan bahwa masyarakat Dayak Kanayatn memiliki sifat religius yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat mereka. Kehadiran agama Katolik di tengah‑tengah mereka tidak serta merta menghilangkan budaya luhur tersebut. Tradisi Naik Dango masih terus dilakukan hingga sekarang bahkan tak jarang intensi syukur dalam ritual Naik Dango memperoleh tempat dalam Perayaan Ekaristi. Metode penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian library research dengan membaca buku, jurnal dan dokumen Gereja. Dalam penelitian tidak hanya mengulas bagaimana Gereja memandang tradisi lokal seperti tradisi Naik Dango sebagai ungkapan syukur manusia kepada Penciptanya atas berkat yang diterimanya tetapi juga mengulas makna tari‑tarian dan simbol‑simbol yang ada di dalam tradisi Naik Dango dan fungsi dari tradisi Naik Dango itu sendiri. Sebagai manusia yang memiliki sifat religius, masyarakat suku Dayak Kanayatn mengungkap kisah perjalanan hidup mereka melalui tari‑tarian yang dilakukan pada saat tradisi Naik Dango berlangsung. Tradisi Naik Dango pun tidak hanya dilakukan sehari, tetapi berhari‑hari dimulai dari persiapan, penghormatan kepada penguasa lokal hingga akhirnya ditutup. Dengan ulasan tersebut, menjadi jelas bagaimana Gereja dapat masuk ke dalam kebudayaan masyarakat suku Dayak Kanayatn khususnya ke dalam tradisi Naik Dango dan menerimanya sebagai bagian dalam kekayaan Gereja.

Upacara Naik Dango dalam Perayaan Ekaristi tidak menghilangkan kebudayaan Dayak Kanayatn.nilai luhur, spiritual, sosial, dan kerjasama tetap terjaga.Gereja mengajak umat mengucapkan syukur atas berkat keselamatan dalam Kristus yang juga tercermin dalam berkat panen melimpah bagi masyarakat.Oleh karena itu, baik dalam upacara adat maupun Ekaristi, nilai budaya, spiritual, sosial, dan kerja sama tetap dipertahankan.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana partisipasi masyarakat Dayak Kanayatn dalam Perayaan Ekaristi yang mengintegrasikan ritual Naik Dango memengaruhi persepsi spiritual mereka, dengan menggunakan survei kuantitatif yang melibatkan anggota komunitas secara luas. Selanjutnya, studi komparatif dapat dilakukan antara integrasi liturgi Katolik dengan ritual panen tradisional pada suku‑suku lain di Indonesia, untuk memahami pola adaptasi budaya yang serupa atau berbeda, serta implikasinya terhadap keberlanjutan tradisi lokal. Selain itu, penelitian etnografi lapangan yang memfokuskan pada transformasi simbol‑simbol Naik Dango dalam konteks modern, termasuk penggunaan media digital dan platform sosial, dapat memberikan wawasan tentang dinamika perubahan simbolik dan pelestarian nilai‑nilai budaya di era teknologi.

Read online
File size251.14 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test