STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK

PROSIDING PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEAGAMAANPROSIDING PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEAGAMAAN

Tujuan dalam penulisan makalah ini antara lain: mendeskripsikan langkah-langkah dan cara dalam mengatasi konflik karena intoleransi dan radikalisme pada sekolah negeri. Adapun metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini, yaitu metode deskriptif kualitatif, populasi dan sampel adalah warga sekolah, khususnya peserta didik, guru dan kepala sekolah, teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi dan wawancara. Setidaknya terdapat dua langkah dalam mengatasi konflik di sekolah negeri, yaitu memahami masalah dan membangun kepercayaan antar sesama di tengah perbedaan dan kesenjangan yang terjadi. Pertama-tama seseorang (warga sekolah) harus memahami apa akar dari permasalahan atau konflik tersebut. Pentingnya memahami masalah dalam konflik adalah, agar dapat mengetahui akar dari permasalahan yang ada, mampu menilai dan menyimpulkan masalah berdasarkan panca Indera. Orang yang tidak saling mengenal satu sama lain akan sulit untuk saling percaya. Kepercayaan dibangun atas dasar saling mengenal, sehingga ada pepatah β€œtak kenal maka tak sayang. Sebab orang yang saling mengenal satu sama lain akan mudah memahami. Setelah keduanya dapat saling memahami, maka kepercayaan antara keduanya akan terbangun sehingga dapat menghindari dan mengatasi terjadinya konflik. Konflik dapat terjadi dimanapun dan kapanpun tanpa melihat waktu. Konflik seringkali terjadi pada lembaga Pendidikan, khususnya sekolah negeri. Intoleransi dan radikalisme merupakan konflik yang terjadi pada kaum minoritas di sekolah negeri, dan akibatnya adalah diskriminasi terhadap kelompok tertentu. Terdapat dua cara dan langkah-langkah dalam mengatasi konflik, yaitu memahami masalah dan membangun kepercayaan antar sesama. Sebab rasa saling percaya merupakan dasar untuk menghindari rasa curiga dan perselisihan. Makalah ini mempunyai implikasi dalam memberi pemahaman terhadap pentingnya moderasi beragama di sekolah negeri, agar tidak ada diskriminasi yang terjadi pada kelompok minoritas.

Moderasi beragama dapat menjadi sarana utama untuk mencegah konflik agama di lingkungan sekolah negeri, terutama karena pengaruh media massa yang memprovokasi intoleransi di kalangan siswa.Konflik yang muncul akibat perbedaan suku, ras, agama, atau golongan dapat diatasi melalui keterbukaan, saling mengenal, serta membangun kepercayaan antarpihak, sehingga mengurangi rasa curiga.Penerapan strategi seperti kompromi, penyesuaian, kerja sama, menghindari provokasi, dan kompetisi sehat terbukti efektif dalam meredam ketegangan dan menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh program literasi media digital terhadap penurunan intoleransi di kalangan peserta didik sekolah negeri, dengan mengukur perubahan sikap sebelum dan sesudah intervensi; selanjutnya, studi komparatif lintas provinsi mengenai penerapan moderasi beragama dapat mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi efektivitasnya dalam menurunkan insiden konflik, sehingga menghasilkan model kebijakan yang lebih adaptif; terakhir, pengembangan dan evaluasi model intervensi pembangunan kepercayaan berbasis mediasi sebaya dapat memberikan bukti empiris tentang peningkatan resolusi konflik secara mandiri di lingkungan sekolah, yang dapat diintegrasikan ke kurikulum pendidikan karakter nasional.

Read online
File size361.71 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test