FHUKIFHUKI
Jurnal Hukum to-ra : Hukum Untuk Mengatur dan Melindungi MasyarakatJurnal Hukum to-ra : Hukum Untuk Mengatur dan Melindungi MasyarakatKepailitan menimbulkan sita umum atas seluruh aset debitur, yang dapat menciptakan ketidakpastian hukum mengenai posisi dan hak eksekusi kreditur berjaminan, khususnya pemegang jaminan fidusia. Dalam praktik, perdebatan terus berlanjut mengenai sejauh mana kreditur fidusia dapat melaksanakan hak eksekutorialnya setelah debitur dinyatakan pailit, terutama setelah Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019, yang memberikan penafsiran konstitusional terhadap eksekusi fidusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi hukum pemegang jaminan fidusia sebagai kreditur separatis dalam proses kepailitan dan untuk menguji kekuatan eksekutorial hak fidusia atas harta pailit. Studi ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus dengan memeriksa Undang-Undang Jaminan Fidusia, Undang-Undang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, dan putusan pengadilan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemegang jaminan fidusia diklasifikasikan sebagai kreditur separatis yang memiliki hak prioritas dan kewenangan untuk mengeksekusi agunan seolah-olah kepailitan tidak terjadi. Namun, eksekusi tersebut harus didasarkan pada kesepakatan bersama atau bukti sah wanprestasi, sehingga memastikan kepastian hukum dan menyeimbangkan perlindungan hak kreditur dengan keadilan bagi debitur dalam proses kepailitan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemegang jaminan fidusia dalam kepailitan memiliki kedudukan hukum sebagai kreditur separatis yang berhak memperoleh pelunasan terlebih dahulu melalui eksekusi objek jaminan, meskipun debitur telah dinyatakan pailit.Kedudukan tersebut menegaskan bahwa jaminan fidusia sebagai hak kebendaan tidak hapus oleh adanya sita umum, melainkan tetap melekat pada objek jaminan dan dapat dieksekusi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.Dengan demikian, tujuan penelitian untuk menjelaskan posisi hukum dan kekuatan eksekutorial pemegang fidusia dalam kepailitan telah tercapai, sekaligus memberikan kepastian mengenai hubungan antara hukum jaminan dan hukum kepailitan.Namun demikian, pelaksanaan hak eksekusi oleh kreditur fidusia tidak bersifat mutlak.Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019 menegaskan bahwa eksekusi jaminan fidusia harus didasarkan pada adanya kesepakatan atau pembuktian wanprestasi secara sah, sehingga prinsip keadilan dan perlindungan terhadap debitur tetap terjaga.
Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019 terhadap praktik eksekusi jaminan fidusia dalam kepailitan, khususnya terkait dengan pembuktian wanprestasi dan perlindungan hak-hak debitur. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model mediasi atau negosiasi antara kreditur fidusia dan debitur pailit untuk mencapai penyelesaian yang saling menguntungkan, sehingga dapat menghindari proses eksekusi yang berpotensi menimbulkan konflik. Ketiga, penting untuk meneliti efektivitas pengaturan mengenai jaminan fidusia dalam konteks ekonomi digital, di mana objek jaminan fidusia semakin beragam dan kompleks, serta memerlukan penyesuaian terhadap prosedur eksekusi yang adaptif dan efisien.
| File size | 1.04 MB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UMELMANDIRIUMELMANDIRI Jika terdapat peraturan spesifik yang mengatur baik pada penyelenggaraan, perlindungan konsumen, maupun penyelesaian sengketa, maka penyelenggara fintechJika terdapat peraturan spesifik yang mengatur baik pada penyelenggaraan, perlindungan konsumen, maupun penyelesaian sengketa, maka penyelenggara fintech
UMELMANDIRIUMELMANDIRI Metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian hukum yuridis normatif dengan spesifikasi pada penelitian terhadap asas-asasMetode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian hukum yuridis normatif dengan spesifikasi pada penelitian terhadap asas-asas
APPIHIAPPIHI Terkadang debitor tidak membayar utangnya sehingga menimbulkan permasalahan mengenai pelunasan utang. Salah satu langkah hukum yang dilakukan kreditorTerkadang debitor tidak membayar utangnya sehingga menimbulkan permasalahan mengenai pelunasan utang. Salah satu langkah hukum yang dilakukan kreditor
APPIHIAPPIHI Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif untuk menganalisis argumentasi hukum yang digunakan oleh majelis hakim dalam mengesahkan perdamaianPenelitian ini menggunakan metode yuridis normatif untuk menganalisis argumentasi hukum yang digunakan oleh majelis hakim dalam mengesahkan perdamaian
DINASTIREVDINASTIREV Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yang bersifat deskriptif analitis, dengan menggunakan data primer, sekunder, dan tersier. PendekatanMetode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yang bersifat deskriptif analitis, dengan menggunakan data primer, sekunder, dan tersier. Pendekatan
DINASTIREVDINASTIREV Untuk memberikan perlindungan dan insentif yang diperlukan bagi investor asing, pemerintah Indonesia telah aktif menandatangani beberapa perjanjian investasiUntuk memberikan perlindungan dan insentif yang diperlukan bagi investor asing, pemerintah Indonesia telah aktif menandatangani beberapa perjanjian investasi
DINASTIREVDINASTIREV Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara, observasi, dan penyebaran angket melalui Google Forms. HasilMetode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara, observasi, dan penyebaran angket melalui Google Forms. Hasil
DINASTIREVDINASTIREV SBY juncto. Perkara Nomor 106 PK/TUN/2021, dimana dalam perkara tersebut gugatan Penggugat dikabulkan kemudian SK Bupati terkait dibatalkan oleh PTUN.SBY juncto. Perkara Nomor 106 PK/TUN/2021, dimana dalam perkara tersebut gugatan Penggugat dikabulkan kemudian SK Bupati terkait dibatalkan oleh PTUN.
Useful /
APPIHIAPPIHI Penelitian ini menegaskan bahwa penyusunan MoU yang jelas dan sesuai prinsip hukum sangat penting untuk meminimalisir sengketa dan memberikan perlindunganPenelitian ini menegaskan bahwa penyusunan MoU yang jelas dan sesuai prinsip hukum sangat penting untuk meminimalisir sengketa dan memberikan perlindungan
APPIHIAPPIHI Selain itu, proses legislasi yang demikian cepat mencerminkan karakter konservatif dan elitis, di mana aspirasi masyarakat luas kurang terakomodasi. DenganSelain itu, proses legislasi yang demikian cepat mencerminkan karakter konservatif dan elitis, di mana aspirasi masyarakat luas kurang terakomodasi. Dengan
UBBGUBBG evaluasi moral (76%), rasionalisasi (17%), dan otorisasi (7%). Strategi evaluasi moral secara dominan mengaitkan UU Cipker dengan nilai-nilai seperti optimisme,evaluasi moral (76%), rasionalisasi (17%), dan otorisasi (7%). Strategi evaluasi moral secara dominan mengaitkan UU Cipker dengan nilai-nilai seperti optimisme,
UBBGUBBG Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam berbicara bahasa Aceh sebagai bahasa ibu kepada anak-anak mereka dan bagaimana berbicaraPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam berbicara bahasa Aceh sebagai bahasa ibu kepada anak-anak mereka dan bagaimana berbicara