YMPAIYMPAI

Jurnal Masyarakat Sehat IndonesiaJurnal Masyarakat Sehat Indonesia

Father hunger pada remaja dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental, serta seringkali dipengaruhi oleh pola pengasuhan dalam budaya patriarki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh father hunger terhadap status gizi berdasarkan IMT/U dan kesehatan mental pada remaja yang berpotensi menjadi orang tua di masa depan. Penelitian ini menggunakan mixed method dengan pendekatan embedded design. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat father hunger dengan status gizi dan kesehatan mental. Namun, hasil analisis data kualitatif mengungkapkan bahwa father hunger berdampak nyata secara emosional, seperti munculnya perasaan sedih, rendah diri, gangguan pola makan, serta refleksi mendalam terhadap pola pengasuhan yang akan diterapkan di masa depan. Dengan demikian, meskipun tidak terbukti secara statistik, pengalaman father hunger tetap memiliki pengaruh secara psikososial dan perilaku makan yang berpotensi memengaruhi status gizi serta kesiapan remaja sebagai calon orang tua. Temuan ini menekankan pentingnya kehadiran emosional ayah dalam perkembangan remaja, serta kontribusi konsep father hunger dalam memahami kondisi psikososial remaja yang selama ini jarang diteliti.

Meskipun tidak ditemukan hubungan statistik yang signifikan antara father hunger dengan status gizi dan kesehatan mental remaja, temuan kualitatif menunjukkan adanya dampak emosional yang nyata seperti harga diri rendah, perilaku makan tidak teratur, dan refleksi pola pengasuhan di masa depan.Penelitian ini menekankan pentingnya kehadiran emosional ayah dalam perkembangan psikososial remaja.Hasil ini menunjukkan perlunya intervensi dukungan emosional untuk mengurangi dampak negative dari father hunger.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang from hunger terhadap kesiapan psikologis pengasuhan di masa depan. Perlu juga membandingkan perbedaan efek di antara budaya patriarki dan matriarki terhadap pola hubungan ayah-remaja. Studi lanjutan juga disarankan mengkembangkan intervensi berbasis reflective functioning untuk memutus siklus dari pengasuhan emosional yang tidak terpenuhi.

Read online
File size510.77 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test