WDHWDH

EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi KesehatanEDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan

Efisiensi penggunaan tempat tidur dapat dilihat melalui Grafik Barber Johnson, dimana grafik tersebut terdapat daerah efisien yang dapat melalui sekaligus menyajikan efisiensi penggunaan tempat tidur dan menampilkan empat indikator rawat inap yaitu Bed Occupancy Rate (BOR), Average Lenth Of Stay (AvLOS), Turn Over Interval (TOI), dan Bed Turn Over (BTO). Grafik Barber Johnson sendiri memiliki beberapa manfaat yaitu untuk memonitor perkembangan pencapaian target efisiensi penggunaan tempat tidur antar unit dalam periode tertentu memantau dampak dari suatu penerapan kebijakan terhadap efisiensi penggunaan tempat tidur. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui efisiensi penggunaan tempat tidur berdasarkan indikator Barber Johnson periode tahun 2023 di Rumah Sakit Jantung Diagram Depok. Metode Penelitian yang digunakan adalah observasi dan survey. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian dekriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini rekapitulasi sensus rawat inap per ruangan pada Bulan Januari-Desember periode tahun 2023. Teknik Sampling yang digunakan adalah Total Sampling dengan sampling jenuh. Hasil Penelitian ini mendapatkan hasil perhitungan nilai BOR (35,89%), nilai AvLOS (1,97 hari), nilai TOI (3.52 hari) dan BTO (66,49 kali). Nilai indikator BOR, AvLOS, TOI dan BTO tidak efisien. Berdasarkan hasil interpretasi Grafik Barber Johnson ini adalah titik Barber Johnson pada pada Rumah Sakit Jantung Diagram Depok dalam satu tahun berada di luar efisiensi dengan nilai BOR 35,89% yang mana tidak pada titik efisiensi, menurut standar Grafik Barber Johnson harus mencapai 75-85%. Dan nilai BTO 66.49 kali yang mana titik BTO ini tidak efiensi, menurut Grafik Barber Johnson harus mencapai 30-50 kali.

Hasil perhitungan nilai BOR (35,89%), nilai AvLOS (1,97 hari), nilai TOI (3.Nilai indikator BOR, AvLOS, TOI dan BTO tidak efisien.Berdasarkan hasil interpretasi Grafik Barber Johnson ini adalah titik Barber Johnson pada pada Rumah Sakit Jantung Diagram Depok dalam satu tahun berada di luar efisiensi dengan nilai BOR 35,89% yang mana tidak pada titik efisiensi, menurut standar Grafik Barber Johnson harus mencapai 75-85%.49 kali yang mana titik BTO ini tidak efiensi, menurut Grafik Barber Johnson harus mencapai 30-50 kali.

Peneliti lanjutan dapat mengkaji efektivitas program promosi kesehatan untuk meningkatkan minat kunjungan pasien di Rumah Sakit Jantung Diagram Depok, dengan mengevaluasi strategi komunikasi dan kualitas layanan medis. Selain itu, perlu dikembangkan model optimalisasi manajemen tempat tidur yang mempertimbangkan dinamika permintaan pasien dan kapasitas rumah sakit, terutama dalam mengurangi Turn Over Interval (TOI) agar tempat tidur lebih produktif. Studi selanjutnya juga disarankan menganalisis dampak penerapan teknologi informasi dalam memantau real-time indikator BOR, AvLOS, dan BTO untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan rumah sakit secara holistik.

Read online
File size306.47 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test