DAARULHUDADAARULHUDA

Media Hukum Indonesia (MHI)Media Hukum Indonesia (MHI)

Penelitian ini mengkaji kedudukan serta batas tanggung jawab pemegang saham tunggal dalam Perseroan Perorangan, termasuk penerapan doktrin ultra vires dan piercing the corporate veil terhadap tindakan direksi yang melampaui kewenangan. Dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dan perbandingan dengan Companies Act 2016 Malaysia, penelitian menemukan bahwa regulasi Indonesia masih minim dalam menyediakan mekanisme pengawasan internal bagi perseroan yang hanya memiliki satu pemilik. Meskipun prinsip pemisahan kekayaan dan tanggung jawab terbatas diakui, struktur yang terpusat pada satu individu meningkatkan risiko terjadinya tindakan ultra vires, yang adapt menghapuskan prinsip tanggung jawab terbatas penerapan. Oleh karena itu, Indonesia perlu memperkuat kerangka regulasinya agar dapat memberikan kepastian hukum dan perlindungan yang memadai bagi kreditor, pemilik, dan pihak terkait lainnya.

Struktur Perseroan Perorangan yang terpusat, di mana satu individu memegang posisi sebagai pendiri, pemegang saham, dan direksi, menciptakan risiko penyalahgunaan perseroan perorangan untuk kepentingan pribadi pendiri.Penerapan doktrin piercing the corporate veil menjadi relevan ketika tindakan direksi melampaui kewenangan atau menyalahgunakan perseroan, sehingga prinsip pemisahan kepribadian hukum tidak dapat dipertahankan.Oleh karena itu, diperlukan pengaturan khusus mengenai penerapan doktrin ultra vires dan piercing the corporate veil terhadap Perseroan Perorangan untuk memastikan perlindungan hukum bagi kreditor dan menjaga integritas perseroan.

Berdasarkan temuan penelitian, pengembangan hukum terkait Perseroan Perorangan di Indonesia perlu difokuskan pada beberapa aspek krusial. Pertama, perlu adanya penambahan pengaturan khusus yang meniru pendekatan Malaysia dalam Companies Act 2016, khususnya terkait prosedur ketika direktur tunggal berhalangan atau pemegang saham tunggal meninggal dunia. Kedua, penting untuk merumuskan secara jelas indikator dan pedoman penerapan doktrin ultra vires dan piercing the corporate veil terhadap Perseroan Perorangan, sehingga memberikan kepastian hukum dan mencegah penyalahgunaan badan hukum. Ketiga, perlu dipertimbangkan kewajiban dokumentasi keputusan pemegang saham tunggal, serupa dengan ketentuan di Malaysia, untuk menciptakan rekam jejak yang transparan dan akuntabel dalam pengelolaan perseroan.

Read online
File size361.5 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test