ISKIISKI

Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi IndonesiaJurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Abstrak - Penelitian ini menyelidiki peran komunikasi yang berkembang dalam membentuk demonstrasi massa Indonesia pada tahun 2019 dan 2025, dua episode penting yang mencerminkan ketidakpuasan sipil dan transformasi lanskap media digital. Berdasar pada teori agenda-setting, framing theory, dan teori Habermas tentang public sphere, penelitian ini memeriksa bagaimana komunikasi digital telah bergeser dari diskursus rasional ke mediasi afektif dan algoritmik. Penelitian ini mengasumsikan bahwa perubahan dalam ekologi media tidak hanya mempengaruhi mobilisasi publik tetapi juga legitimasi gerakan sipil.

Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana ruang publik digital Indonesia telah berubah antara tahun 2019 dan 2025, bergeser dari mode komunikasi jaringan ke mode algoritmik komunikasi sipil.Keunikan penelitian ini terletak pada pendekatan etnografi digital komparatifnya, yang menghubungkan dua gerakan protes yang berbeda secara temporal untuk mengungkapkan bagaimana praktik komunikasi berevolusi dalam konteks teknologi, budaya, dan politik yang berubah.Dengan menggabungkan teori agenda-setting, framing, dan public sphere dengan konsep komunikasi afektif dan algoritmik, penelitian ini memperluas pemahaman teoritis tentang bagaimana emosi, algoritma, dan infrastruktur media secara kolektif membentuk partisipasi demokratis di era digital.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut bagaimana algoritma media dan emosi saling berinteraksi dalam membentuk legitimasi dan mobilisasi publik di Indonesia. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana algoritma media memengaruhi visibilitas dan pengaruh pesan yang disampaikan oleh gerakan sipil, serta bagaimana emosi yang diekspresikan dalam konten digital dapat memperkuat atau melemahkan legitimasi gerakan tersebut. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana platform media sosial yang berbeda, seperti TikTok dan Instagram, telah membentuk narasi dan strategi komunikasi gerakan sipil, serta bagaimana platform ini telah memengaruhi partisipasi dan interaksi publik dalam diskursus politik. Dengan menggabungkan analisis media, komunikasi, dan studi budaya, penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang dinamika komunikasi dan partisipasi demokratis di era digital.

  1. Disinformation Order and Social Media Algorithmic Trap: New Challenges for Sustainability of the Indonesia’s... doi.org/10.15294/ipsr.v7i2.37261Disinformation Order and Social Media Algorithmic Trap New Challenges for Sustainability of the IndonesiaAos doi 10 15294 ipsr v7i2 37261
  2. Affective publics and structures of storytelling: sentiment, events and mediality: Information, Communication... doi.org/10.1080/1369118X.2015.1109697Affective publics and structures of storytelling sentiment events and mediality Information Communication doi 10 1080 1369118X 2015 1109697
  3. Revisiting the Public Sphere: Communication, Digital Mobilization, and Misinformation in Indonesia’s... doi.org/10.25008/jkiski.v10i2.1386Revisiting the Public Sphere Communication Digital Mobilization and Misinformation in IndonesiaAos doi 10 25008 jkiski v10i2 1386
  4. The Rise of the Network Society | Wiley Online Books. rise network society wiley books skip main content... onlinelibrary.wiley.com/doi/book/10.1002/9781444319514The Rise of the Network Society Wiley Online Books rise network society wiley books skip main content onlinelibrary wiley doi book 10 1002 9781444319514
Read online
File size810.17 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test