UNUGHAUNUGHA

PROCEEDING AL GHAZALI International ConferencePROCEEDING AL GHAZALI International Conference

Studi ini bertujuan untuk menerapkan metode TOPSIS sebagai alat yang efektif dalam sistem pengambilan keputusan untuk seleksi penerima beasiswa. Proses seleksi beasiswa merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa institusi memilih calon penerima yang sesuai dengan kriteria mereka. Dalam studi ini, peneliti mengidentifikasi kriteria yang relevan dalam pemilihan penerima beasiswa, seperti nilai rata-rata rapor siswa, posisi siswa dalam organisasi OSIS, pengalaman siswa, dan prestasi siswa. Data yang diperoleh dari setiap calon dikonversi ke skala relatif menggunakan teknik normalisasi. Metode TOPSIS kemudian diterapkan untuk mendapatkan peringkat relatif setiap siswa. Dalam metode ini, siswa yang memiliki jarak terdekat dengan solusi ideal positif (yang memiliki skor tertinggi pada semua kriteria) dan jarak terjauh dari solusi ideal negatif (yang memiliki skor terendah pada semua kriteria) akan dipilih sebagai pilihan terbaik. Penelitian ini dilakukan menggunakan studi kasus pada proses seleksi penerima beasiswa FON di Institut Teknologi Telkom Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode TOPSIS memberikan peringkat yang konsisten dan objektif untuk setiap siswa. Dengan demikian, sistem pengambilan keputusan berbasis TOPSIS dapat membantu manajemen dalam menyeleksi siswa yang paling sesuai dengan kriteria institusi. Selain itu, kami juga melakukan analisis sensitivitas untuk menguji keandalan hasil seleksi penerima beasiswa dengan mempertimbangkan variasi bobot kriteria. Hasilnya menunjukkan bahwa perubahan bobot kriteria dapat mempengaruhi peringkat, memungkinkan manajemen untuk mempertimbangkan preferensi yang berbeda dengan hasil akhir berupa nilai preferensi tertinggi, yaitu 0.844901. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam bidang sistem pengambilan keputusan dan seleksi penerima beasiswa.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode TOPSIS efektif dalam menyeleksi penerima beasiswa FON berdasarkan empat kriteria utama.nilai rata-rata rapor, posisi di OSIS, pengalaman organisasi, dan prestasi.Metode ini berhasil mengidentifikasi kandidat paling sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) Telkom Purwokerto University, ditunjukkan oleh nilai preferensi tertinggi untuk kandidat A1.Dengan demikian, penerapan sistem pendukung keputusan berbasis TOPSIS menawarkan pendekatan yang objektif untuk menentukan penerima beasiswa yang paling memenuhi syarat.

Mengingat bahwa penelitian ini berhasil menunjukkan efektivitas metode TOPSIS dalam seleksi beasiswa FON di satu institusi, akan sangat bermanfaat untuk mengeksplorasi lebih jauh penerapannya di konteks yang lebih luas. Salah satu arah penelitian lanjutan yang menarik adalah menyelidiki seberapa tangguh model seleksi beasiswa berbasis TOPSIS ini jika diterapkan di berbagai institusi pendidikan lain atau untuk jenis program beasiswa yang berbeda, seperti beasiswa prestasi, olahraga, atau yang berorientasi kebutuhan finansial. Peneliti dapat membandingkan hasil seleksi dan efektivitas TOPSIS di berbagai skenario untuk mengidentifikasi pola keberhasilan atau tantangan yang mungkin muncul, sekaligus mencari kriteria universal yang bisa diterapkan. Selain itu, penting juga untuk menguji dampak dari penambahan atau penyesuaian kriteria seleksi yang digunakan. Misalnya, apakah memasukkan elemen penilaian kualitatif seperti hasil wawancara personal, kualitas esai motivasi, atau metode validasi kebutuhan finansial yang lebih mendalam, dapat meningkatkan akurasi dan keadilan dalam proses pengambilan keputusan? Penelitian semacam ini dapat memperkaya model yang ada dengan mempertimbangkan dimensi manusiawi dan kontekstual yang mungkin belum sepenuhnya terwakili dalam kriteria kuantitatif saat ini. Terakhir, mengingat beragamnya metode pengambilan keputusan multikriteria yang tersedia, sebuah studi komparatif antara TOPSIS dengan metode lain seperti AHP (Analytical Hierarchy Process) atau SAW (Simple Additive Weighting) dalam konteks seleksi beasiswa akan sangat bernilai. Perbandingan ini tidak hanya akan mengungkap keunggulan komparatif dari setiap metode dari segi konsistensi hasil dan efisiensi komputasi, tetapi juga dapat memberikan wawasan tentang metode mana yang paling sesuai dengan preferensi dan kapasitas sumber daya penyelenggara beasiswa.

  1. Penerapan Metode Topsis Pada Sistem Pendukung Keputusan Kelayakan Penerima Dana Bantuan Operasional Sekolah... ejurnal.seminar-id.com/index.php/bits/article/view/2290Penerapan Metode Topsis Pada Sistem Pendukung Keputusan Kelayakan Penerima Dana Bantuan Operasional Sekolah ejurnal seminar id index php bits article view 2290
  2. Decision Support System for Thesis Graduation Recommendation Using AHP-TOPSIS Method | Sari | Jurnal... jtsiskom.undip.ac.id/index.php/jtsiskom/article/view/12949Decision Support System for Thesis Graduation Recommendation Using AHP TOPSIS Method Sari Jurnal jtsiskom undip ac index php jtsiskom article view 12949
Read online
File size369.51 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test