DWCUDWCU
Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict StudiesAradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict StudiesTulisan ini menganalisis tokoh Naomi dalam Kitab Rut 1:1-22 melalui strategi coping yang dikembangkan oleh Richard Lazarus dan Susan Folkman. Naomi, yang mengalami kehilangan suami dan kedua anaknya, menghadapi krisis yang mendalam dan kompleks. Tulisan ini menyoroti bagaimana naomi menerapkan emotion-focused coping, yaitu strategi penanganan stres yang berfokus pada pengelolaan emosi, bukan pada menghilangkan atau mengubah masalah yang menjadi penyebab stres secara langsung. Strategi ini tampak dalam perilaku Naomi yang melepaskan kedua menantunya demi kebaikan mereka dan pengakuan atas perasaannya secara terbuka terhadap peristiwa pahit, dengan menyebut dirinya “Mara. Analisis ini menunjukkan bahwa meskipun Naomi tidak mampu mengubah keadaan tragis yang dialaminya, ia mampu menyalurkan emosinya secara jujur dan menciptakan ruang untuk pemulihan batin. Melalui kisah naomi, coping tidak selalu harus bersifat solutif terhadap masalah, tetapi dapat berupa penerimaan, pengolahan emosi, dan rekonstruksi makna atas peristiwa atau masalah yang dialami. Kisah Naomi juga menjadi refleksi bahwa proses berduka merupakan perjalanan emosional dan kognitif yang dapat mengarah pada pertumbuhan dan transformasi pribadi.
1-22 menggambarkan strategi seorang perempuan yang menghadapi duka mendalam akibat kehilangan suami dan kedua anaknya.sebagai tokoh sentral dalam narasi ini, Naomi mengalami penderitaan yang tidak hanya bersifat personal tetapi juga sosial, karena ia kehilangan status, rasa aman, dan masa depan.namun demikian, respons naomi terhadap kedukaan tersebut memperlihatkan penerapan emotion-focused coping sebagaimana dijelaskan dalam teori strategi coping oleh Richard Lazarus dan Susan Folkman.Naomi tidak berusaha mengubah peristiwa yang menyakitkan, melainkan memilih untuk mengelola dan mengekspresikan perasaannya secara terbuka, jujur, dan penuh kesadaran diri.strategi coping naomi tercermin dalam keputusannya untuk melepaskan kedua menantunya demi masa depan mereka yang lebih baik, serta dalam pengakuannya akan kepahitan hidup melalui pergantian namanya menjadi “Mara. Tindakan ini menunjukkan keberanian untuk menghadapi realitas emosional tanpa menyangkal rasa sakit yang menyertainya.Melalui kisah ini, Naomi menjadi contoh bagaimana strategi emotion-focused coping dapat menjadi sarana untuk bertahan, menerima, dan perlahan-lahan menata ulang kehidupan di tengah kesedihan/duka.Analisis terhadap perilaku Naomi menunjukkan bahwa coping tidak selalu berarti menyelesaikan masalah secara langsung, melainkan seringkali melibatkan proses rekonsiliasi internal terhadap rasa sedih akibat kehilangan dan penderitaan.Kisah Naomi memperkaya pemahaman kita bahwa dalam menghadapi krisis dan duka, pengakuan atas emosi yang dirasakan, penerimaan terhadap kenyataan pahit, dan kejujuran dalam mengekspresikan perasaan, adalah langkah-langkah penting dalam proses pemulihan.Maka, strategi emotion-focused coping yang dijalani Naomi membuka ruang bagi transformasi pribadi dan spiritual, bahwa dari kepahitan akan ada kehidupan baru yang penuh makna.
Berdasarkan analisis terhadap perilaku Naomi, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi emotion-focused coping yang lebih spesifik dan efektif dalam menghadapi duka mendalam. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana individu dapat mengelola emosi mereka dengan cara yang sehat dan adaptif, serta bagaimana strategi ini dapat diterapkan dalam berbagai konteks kehidupan. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki peran dukungan sosial dan spiritual dalam proses coping, serta bagaimana interaksi antara individu dan lingkungan dapat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menghadapi dan mengatasi kedukaan. Dengan demikian, studi lanjutan ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami dan membantu individu yang mengalami duka, serta mengembangkan strategi coping yang holistik dan efektif.
| File size | 290.67 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
DWCUDWCU Spiritualitas dan nilai-nilai agama untuk pengampunan dan perdamaian. Pemimpin-pemimpin agama dalam menjembatani dialog antar agama dengan membangun rasaSpiritualitas dan nilai-nilai agama untuk pengampunan dan perdamaian. Pemimpin-pemimpin agama dalam menjembatani dialog antar agama dengan membangun rasa
UNRIKAUNRIKA Terhadap kanak‑kanak yang lahir dari pernikahan tersebut berhak dalam perihal status, harta barang, hak waris, serta sebagainya, sehingga proteksi hukumTerhadap kanak‑kanak yang lahir dari pernikahan tersebut berhak dalam perihal status, harta barang, hak waris, serta sebagainya, sehingga proteksi hukum
DWCUDWCU Selain itu, penelitian dapat mengkaji lebih lanjut bagaimana filsafat proses Whitehead dapat memberikan kerangka kerja yang relevan untuk memahami konstruksiSelain itu, penelitian dapat mengkaji lebih lanjut bagaimana filsafat proses Whitehead dapat memberikan kerangka kerja yang relevan untuk memahami konstruksi
UM MetroUM Metro Di sisi lain, perubahan fisik, kognitif, emosional, dan psikologis turut memengaruhi kondisi kesehatan mental remaja. Perpaduan faktor-faktor tersebutDi sisi lain, perubahan fisik, kognitif, emosional, dan psikologis turut memengaruhi kondisi kesehatan mental remaja. Perpaduan faktor-faktor tersebut
DWCUDWCU Jurnal Aradha bertujuan mempublikasikan hasil-hasil penelitian/karya ilmiah secara interdisiplin dan interreligius dalam bidang kajian filsafat keilahianJurnal Aradha bertujuan mempublikasikan hasil-hasil penelitian/karya ilmiah secara interdisiplin dan interreligius dalam bidang kajian filsafat keilahian
DWCUDWCU Rachman menekankan perbedaan antara chaplain dan pendeta, di mana chaplain tidak terikat pada gereja melainkan pada institusi, dan kehadirannya tidak selaluRachman menekankan perbedaan antara chaplain dan pendeta, di mana chaplain tidak terikat pada gereja melainkan pada institusi, dan kehadirannya tidak selalu
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Sebaliknya, status ini mengalami perubahan makna yang lebih positif dan inklusif. Media sosial di era digitalisasi berperan krusial dalam membentuk ulangSebaliknya, status ini mengalami perubahan makna yang lebih positif dan inklusif. Media sosial di era digitalisasi berperan krusial dalam membentuk ulang
BAWASLUBAWASLU Solusi untuk mempermudah memahami peraturan adalah dengan menggabungkan perubahan dan revisi terkait menjadi satu.meskipun banyak persoalan kerangka hukumSolusi untuk mempermudah memahami peraturan adalah dengan menggabungkan perubahan dan revisi terkait menjadi satu.meskipun banyak persoalan kerangka hukum
Useful /
DWCUDWCU Tujuan penulis adalah mengurai makna mitos untuk menempatkan kedudukan spesifik bagi masyarakat Rote secara umum dan Baa secara khusus. Buku ini mengungkapTujuan penulis adalah mengurai makna mitos untuk menempatkan kedudukan spesifik bagi masyarakat Rote secara umum dan Baa secara khusus. Buku ini mengungkap
STISIPWIDYAPURI SMISTISIPWIDYAPURI SMI Implementasi kebijakan hak anak didik dapat diberi kesimpulan bahwa pada segi pelaksanaannya dilihat dari hak beribadah dan hak mendapatkan pendidikan,Implementasi kebijakan hak anak didik dapat diberi kesimpulan bahwa pada segi pelaksanaannya dilihat dari hak beribadah dan hak mendapatkan pendidikan,
DWCUDWCU Tulisan ini mengkaji fenomena fandom terhadap tokoh agama di era digital dengan pendekatan lintas-disiplin yang menggabungkan teologi publik, etika Kristiani,Tulisan ini mengkaji fenomena fandom terhadap tokoh agama di era digital dengan pendekatan lintas-disiplin yang menggabungkan teologi publik, etika Kristiani,
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Peneliti berminat untuk melakukan perubahan terhadap sistem informasi yang dimiliki oleh sekolah dimana sistem ini belum terkomputerisasi. Pendekatan yangPeneliti berminat untuk melakukan perubahan terhadap sistem informasi yang dimiliki oleh sekolah dimana sistem ini belum terkomputerisasi. Pendekatan yang