GRAHAMITRAGRAHAMITRA

Bulletin of Information System ResearchBulletin of Information System Research

Perawatan kulit wajah pada pria, khususnya bagi mereka yang memiliki kulit berminyak, semakin mendapatkan perhatian dalam masyarakat saat ini. Masalah kulit berminyak ini seringkali mengakibatkan berbagai masalah, termasuk jerawat dan peradangan, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi penampilan serta kepercayaan diri seseorang. Salah satu solusi untuk masalah ini adalah penggunaan Facial Foam, namun pemilihan produk yang tepat seringkali menjadi tantangan, terutama di kalangan pria yang kurang familiar dengan produk perawatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) menggunakan Metode Utility Theory Additive (UTA) untuk merekomendasikan Facial Foam yang sesuai dengan karakteristik kulit berminyak pada pria. Metodologi yang digunakan meliputi pengumpulan data mengenai kriteria, sub-kriteria, dan alternatif melalui observasi dan wawancara dengan pengguna. Lima kriteria utama yang dianalisis adalah Keefektifan Produk, Efek Samping, Harga, Kemasan, dan Ketersediaan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa produk Facial Foam Ponds mendapatkan peringkat tertinggi yaitu 3.443 sehingga produk ini menjadikannya pilihan yang direkomendasikan untuk pria dengan kulit berminyak. Penelitian ini menunjukkan bahwa Metode UTA terbukti efektif dalam menyederhanakan proses pengambilan keputusan multikriteria terkait pemilihan produk perawatan kulit, memberikan panduan yang jelas bagi konsumen untuk memilih produk yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem pendukung keputusan dengan metode Utility Theory Additive (UTA) dapat secara efektif membantu pria dengan kulit berminyak dalam memilih produk facial foam yang tepat.Hasil analisis menunjukkan bahwa kriteria keefektifan produk menjadi faktor paling penting dalam memilih facial foam, diikuti oleh efek samping, harga, kemasan, dan ketersediaan produk.Dengan menggunakan sistem pendukung keputusan berbasis UTA, penelitian ini dapat memberikan rekomendasi yang terukur dan berbasis data untuk membantu pengguna dalam memilih produk yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.Meskipun penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami preferensi pengguna dan pemilihan produk perawatan kulit, terdapat keterbatasan yang perlu dicatat.Keterbatasan tersebut meliputi jumlah responden yang relatif kecil dan berfokus pada kelompok tertentu (mahasiswa dan orang tua), yang mungkin tidak mewakili keseluruhan populasi pria.Selain itu, penelitian ini hanya mempertimbangkan lima kriteria dan enam alternatif produk, sehingga dapat mempersempit hasil dan rekomendasi yang diperoleh.Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk memperluas jumlah responden dengan melibatkan berbagai kelompok usia dan latar belakang, serta menambahkan lebih banyak kriteria dan alternatif produk.Selain itu, penelitian mendatang dapat mempertimbangkan faktor-faktor tambahan seperti preferensi merek, review pengguna, dan aspek psikologis dalam pengambilan keputusan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai pilihan produk perawatan kulit pada pria.Dengan perbaikan ini, diharapkan sistem pendukung keputusan dapat semakin efektif dan relevan dalam membantu pengguna menentukan berbagai pilihan produk di pasar.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa saran berikut: Pertama, perluasan jumlah responden dengan melibatkan berbagai kelompok usia dan latar belakang akan memberikan representasi yang lebih komprehensif dan akurat tentang preferensi pria dalam memilih produk facial foam. Kedua, penambahan kriteria dan alternatif produk dapat memberikan gambaran yang lebih luas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian. Ketiga, mempertimbangkan faktor-faktor psikologis dan preferensi merek dalam pengambilan keputusan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang perilaku konsumen dalam memilih produk perawatan kulit. Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian selanjutnya dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam memahami preferensi pria dalam memilih produk facial foam dan mengembangkan sistem pendukung keputusan yang lebih efektif dan relevan.

  1. Penerapan Metode SMART dalam Pengambilan Keputusan Penerima Beasiswa Yayasan AMIK Tunas Bangsa | Andani... jurnal.untan.ac.id/index.php/justin/article/view/30112Penerapan Metode SMART dalam Pengambilan Keputusan Penerima Beasiswa Yayasan AMIK Tunas Bangsa Andani jurnal untan ac index php justin article view 30112
  2. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Skincare Berdasarkan Jenis Kulit Wajah Menggunakan Metode Simple... jurnal.itscience.org/index.php/digitech/article/view/2554Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Skincare Berdasarkan Jenis Kulit Wajah Menggunakan Metode Simple jurnal itscience index php digitech article view 2554
  3. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMA BEASISWA BIDIKMISI MENGGUNAKAN METODE SMART | JURTEKSI (jurnal Teknologi... doi.org/10.33330/jurteksi.v6i3.549SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMA BEASISWA BIDIKMISI MENGGUNAKAN METODE SMART JURTEKSI jurnal Teknologi doi 10 33330 jurteksi v6i3 549
  4. Application of the UTA (Utility Additive) Method to Determine the Best Employee | Jurnal Minfo Polgan.... doi.org/10.33395/jmp.v12i1.12523Application of the UTA Utility Additive Method to Determine the Best Employee Jurnal Minfo Polgan doi 10 33395 jmp v12i1 12523
Read online
File size949.27 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test