MIFTAHUL ULUMMIFTAHUL ULUM

MAYARA: Jurnal Pengabdian MasyarakatMAYARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Minimnya kesediaan masyarakat secara umum untuk merawat jenazah khususnya di kalangan perempuan, menjadikan hal tersebut sebagai latar belakang kegiatan ini dilakukan. Mengingat, tata cara perawatan jenazah baiknya memang disesuaikan dengan jenis kelamin yang meninggal dengan siapa yang akan merawatnya. Kegiatan pembinaan ini dilakukan di majelis taklim An‑Nur desa Sepaso Induk dengan metode pengabdi berbaur secara langsung memberikan pembinaan, ceramah dan praktek terkait dengan tata cara perawatan jenazah. Setelah pelaksanaan ini, peserta yang mengikuti mengaku telah mendapatkan banyak ilmu terkait dengan perawatan jenazah. Antusiasme peserta yang hadir pun menjadi catatan bahwa kegiatan yang serupa seperti ini harus digalakkan di kalangan masyarakat umum di kemudian hari.

Kegiatan pembinaan perawatan jenazah yang baru dilaksanakan dalam KKL di Bengalon memberikan edukasi penting tentang tata cara merawat jenazah sesuai ajaran Islam.Peserta memberikan dukungan dan tanggapan positif terhadap program tersebut.Diharapkan kegiatan ini dapat diperluas ke majelis taklim lain secara lebih masif.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi sejauh mana pengetahuan dan keterampilan perawatan jenazah yang diperoleh peserta tetap terjaga setelah tiga hingga enam bulan pasca‑pembinaan, dengan menggunakan instrumen survei dan observasi lapangan untuk menilai keberlanjutan efek edukasi serta faktor‑faktor yang memengaruhi retensi. Selain itu, studi komparatif antara metode pembinaan yang menyesuaikan prosedur perawatan jenazah menurut jenis kelamin dengan metode standar umum dapat mengungkap perbedaan efektivitas dalam meningkatkan kepatuhan syariat, rasa nyaman, serta motivasi peserta, sehingga memberikan rekomendasi praktis bagi penyusunan modul pelatihan yang lebih sensitif gender. Selanjutnya, penelitian eksploratif mengenai penggunaan media digital, seperti video tutorial, aplikasi seluler, dan platform daring, dalam mendukung pembinaan perawatan jenazah di wilayah terpencil dapat memberikan insight tentang potensi peningkatan jangkauan, kualitas penyampaian materi, dan interaksi peserta tanpa mengurangi nilai penting interaksi langsung antara pengabdi dan komunitas. Penelitian lain dapat meneliti dampak integrasi pendekatan partisipatif dengan melibatkan tokoh agama setempat dalam merancang konten pelatihan, untuk melihat apakah keterlibatan ini memperkuat penerimaan sosial dan keberlanjutan praktik perawatan jenazah. Akhirnya, evaluasi biaya‑manfaat dari berbagai model pembinaan, baik tradisional maupun berbasis teknologi, dapat membantu lembaga keagamaan dan pemerintah daerah dalam memilih strategi yang paling efisien dan berkelanjutan.

  1. Participatory research - Jan Dewing, 2007. research jan dewing skip main content intended healthcare... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1471301207075625Participatory research Jan Dewing 2007 research jan dewing skip main content intended healthcare journals sagepub doi 10 1177 1471301207075625
  2. PELATIHAN PENGURUSAN JENAZAH SESUAI TUNTUNAN RASULULLAH SAW BAGI MASYARAKAT DI PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH... jurnal.umb.ac.id/index.php/pengabdianbumir/article/view/463PELATIHAN PENGURUSAN JENAZAH SESUAI TUNTUNAN RASULULLAH SAW BAGI MASYARAKAT DI PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH jurnal umb ac index php pengabdianbumir article view 463
Read online
File size792.38 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test