UADUAD
http://journal.uad.ac.id/index.php/Noveltyhttp://journal.uad.ac.id/index.php/NoveltyDi Indonesia, perceraian diatur oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (Undang-Undang Perkawinan) dan implementasinya di bawah Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Mengenai Perkawinan (Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975). Penerbitan Undang-Undang Perkawinan didorong oleh keinginan untuk menyelaraskan prinsip-prinsip hukum dengan nilai dan semangat bangsa Indonesia (Hafsari et al., 2023). Undang-Undang Perkawinan mencakup beberapa reformasi, seperti menghapus aspek sekuler perkawinan dari hukum kolonial sebelumnya, yaitu Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, memberikan perlindungan hukum bagi wanita dan anak-anak, serta menegakkan prinsip monogami, kesetaraan hak dan kewajiban suami istri, usia perkawinan minimum, persyaratan pendaftaran perkawinan, dan penghalangan perceraian (Hadi et al., 2024).
Meskipun Indonesia awalnya mengadopsi sistem perceraian yang didasarkan pada kesalahan, inklusi alasan perselisihan terus-menerus dan pertengkaran tanpa henti antara pasangan, tanpa harapan rekonsiliasi dalam Undang-Undang Perkawinan Indonesia menunjukkan bahwa negara tersebut tidak dapat diklasifikasikan secara ketat sebagai negara yang hanya mengikuti sistem perceraian yang didasarkan pada kesalahan.Alasan ini sangat mirip dengan konsep keruntuhan yang tidak dapat diperbaiki, yang diakui dalam beberapa sistem hukum Barat sebagai bagian dari konsep perceraian tanpa kesalahan.Seiring waktu, Pengadilan Agama, Pengadilan Umum, Mahkamah Agung, dan Mahkamah Konstitusi Indonesia semakin mendukung pandangan bahwa ketika sebuah pernikahan mengalami perselisihan terus-menerus dan pertengkaran tanpa henti yang tidak dapat diselesaikan, tidak perlu menentukan kesalahan atau penyebab perselisihan tersebut.Dalam kasus-kasus seperti itu, perceraian dapat diberikan berdasarkan indikasi bahwa pernikahan telah mengalami keruntuhan yang tidak dapat diperbaiki.Sistem yang didasarkan pada kesalahan berasal dari Perintah Perkawinan Kristen Indonesia tahun 1933, yang mewajibkan demonstrasi kesalahan untuk membenarkan pembubaran pernikahan.Namun, perkembangan yurisprudensial telah secara bertahap menyimpang dari kriteria kesalahan yang kaku ini.Badan-badan yudisial di berbagai tingkat telah bergeser dari fokus pada atribusi kesalahan ke pengakuan realitas substantif keruntuhan pernikahan, mencerminkan pendekatan yang lebih pragmatis dan sensitif terhadap konteks.Akibatnya, meskipun kerangka kerja statuta secara resmi mempertahankan prinsip-prinsip yang didasarkan pada kesalahan, interpretasi yudisial kontemporer menunjukkan munculnya model hibrida yang menggabungkan unsur-unsur yang secara fungsional setara dengan perceraian tanpa kesalahan, khususnya mengenai perbedaan yang tidak dapat diselesaikan.Evolusi ini mencerminkan lingkungan sosio-hukum yang beragam dan tradisi hukum pluralistik Indonesia.Penerimaan yudisial yang semakin luas terhadap keruntuhan pernikahan yang tidak dapat diperbaiki tanpa penentuan kesalahan menandakan pergeseran paradigma yang signifikan, yang menekankan kebutuhan akan reformasi legislatif untuk menyelaraskan kedua prinsip hukum ini.Reformasi semacam itu akan meningkatkan kepastian hukum, kesetaraan, dan konsistensi dalam sistem hukum perceraian Indonesia, sehingga dapat lebih baik menangani kompleksitas pembubaran pernikahan dalam konteks kontemporer.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki implikasi sosial dan psikologis dari sistem perceraian yang didasarkan pada kesalahan dan tanpa kesalahan di Indonesia. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana sistem perceraian yang berbeda mempengaruhi kesejahteraan individu dan keluarga, serta bagaimana persepsi masyarakat terhadap perceraian telah berubah seiring waktu. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak reformasi perceraian tanpa kesalahan terhadap tingkat perceraian dan stabilitas keluarga di Indonesia. Studi ini dapat mencakup analisis data statistik dan wawancara mendalam dengan individu yang telah mengalami perceraian di bawah sistem yang berbeda. Akhirnya, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana sistem perceraian yang didasarkan pada kesalahan dan tanpa kesalahan mempengaruhi hak-hak dan perlindungan individu, terutama dalam hal hak asuh anak dan pembagian harta kekayaan. Studi ini dapat melibatkan analisis perbandingan antara sistem yang berbeda dan implikasinya terhadap kesejahteraan individu dan keluarga.
| File size | 331.53 KB |
| Pages | 20 |
| DMCA | Report |
Related /
ILMUBERSAMAILMUBERSAMA Pemilihan CNN sebagai metode didasarkan pada kemampuannya dalam mengekstrak fitur-fitur hierarki dari gambar, memungkinkan pengenalan pola yang kompleksPemilihan CNN sebagai metode didasarkan pada kemampuannya dalam mengekstrak fitur-fitur hierarki dari gambar, memungkinkan pengenalan pola yang kompleks
UNUUNU Jika hal itu terpaksa dilakukan, maka ada prosedur pengajuan ke pengadilan, tentu tidak semua pengajuan izin pernikahan di bawah umur dapat diloloskanJika hal itu terpaksa dilakukan, maka ada prosedur pengajuan ke pengadilan, tentu tidak semua pengajuan izin pernikahan di bawah umur dapat diloloskan
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Dalam konteks etnopedagogi, humor menjadi bentuk kearifan lokal yang memperkaya praktik pembelajaran Islam dan memperkuat kedekatan budaya siswa. NamunDalam konteks etnopedagogi, humor menjadi bentuk kearifan lokal yang memperkaya praktik pembelajaran Islam dan memperkuat kedekatan budaya siswa. Namun
HABIBURRAHMANHABIBURRAHMAN Pelatihan tidak hanya memberikan pengetahuan dan strategi teknis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran pentingnya persiapan dini untuk TOEFL sebagai syaratPelatihan tidak hanya memberikan pengetahuan dan strategi teknis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran pentingnya persiapan dini untuk TOEFL sebagai syarat
STITUWJOMBANGSTITUWJOMBANG Epistemologi Burhani dapat didefinisikan sebagai kegiatan untuk merealisasikan kebenaran suatu proposisi (qadhiyah) melalui pendekatan deduktif yang dikembangkanEpistemologi Burhani dapat didefinisikan sebagai kegiatan untuk merealisasikan kebenaran suatu proposisi (qadhiyah) melalui pendekatan deduktif yang dikembangkan
IAISAMBASIAISAMBAS Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif sederhana. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa meningkatkanTeknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif sederhana. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa meningkatkan
ANTARBANGSAANTARBANGSA Kurikulum 2013 mulai diperkenalkan pada tahun 2013 oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, Kurikulum 2013 merupakan tindak lanjut dari Kurikulum BerbasisKurikulum 2013 mulai diperkenalkan pada tahun 2013 oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, Kurikulum 2013 merupakan tindak lanjut dari Kurikulum Berbasis
METROMETRO Namun demikian, realitanya, banyak orang yang justru merusak alam, menebang hutan secara liar, melakukan penambangan yang tidak terukur, melakukan pengeboranNamun demikian, realitanya, banyak orang yang justru merusak alam, menebang hutan secara liar, melakukan penambangan yang tidak terukur, melakukan pengeboran
Useful /
UNUUNU Sebab permasalahan bahan berbahaya dalam kosmetik tidak hanya ditanggapi oleh medis, namun juga akan dilihat dari tanggapan fikih Islam. Maka dari ituSebab permasalahan bahan berbahaya dalam kosmetik tidak hanya ditanggapi oleh medis, namun juga akan dilihat dari tanggapan fikih Islam. Maka dari itu
UNUUNU Akselerasi pelaksanaan investasi hijau sebagai bentuk investasi berwawasan lingkungan harus disertai oleh progresifitas produk hukumnya. Ketiadaan aturanAkselerasi pelaksanaan investasi hijau sebagai bentuk investasi berwawasan lingkungan harus disertai oleh progresifitas produk hukumnya. Ketiadaan aturan
STIEGICISTIEGICI Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa secara parsial gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawanBerdasarkan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa secara parsial gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan
UNIKOMUNIKOM Judul manga yang menggunakan danseigo cenderung memiliki gaya bahasa yang lebih tegas dan maskulin, sementara joseigo ditandai oleh ekspresi yang lebihJudul manga yang menggunakan danseigo cenderung memiliki gaya bahasa yang lebih tegas dan maskulin, sementara joseigo ditandai oleh ekspresi yang lebih