HK PUBLISHINGHK PUBLISHING

Journal of CitizenshipJournal of Citizenship

Ekonomi kreatif di Kota Solo berkembang sebagai sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peran aktif UMKM berbasis budaya, kuliner, fesyen, dan kerajinan. Perkembangan ini menghadapi berbagai persoalan seperti keterbatasan modal, rendahnya kapasitas manajerial, serta akses pasar yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika kolaborasi antara pelaku UMKM ekonomi kreatif, pemerintah, dan komunitas lokal sebagai upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah. Analisis didasarkan pada kerangka teori Penta Helix yang menekankan kolaborasi lima unsur utama: pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan media. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi dan wawancara mendalam kepada informan kunci dari masing-masing unsur tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antarpemangku kepentingan telah berjalan, namun belum mencapai efektivitas yang ideal akibat ketimpangan kapasitas, koordinasi yang lemah, serta perbedaan orientasi program. Kolaborasi tetap membuka peluang besar melalui penguatan jejaring kerja, inovasi kreatif, dan dukungan kebijakan yang lebih responsif. Dinamika ini memperlihatkan bahwa peningkatan kualitas interaksi antaraktor menjadi syarat utama bagi pengembangan ekonomi kreatif Solo yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dinamika UMKM ekonomi kreatif di Solo kompleks, ditandai kekuatan budaya namun menghadapi tantangan modal, akses pasar, literasi digital, dan koordinasi.Meskipun kerangka Penta Helix menawarkan potensi sinergi besar, implementasinya belum optimal karena ketimpangan kapasitas, komunikasi tidak merata, dan kepentingan belum terintegrasi.Untuk pembangunan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan, kolaborasi efektif memerlukan pembangunan kepercayaan, penyelarasan tujuan, berbagi peran setara, serta komitmen menempatkan UMKM sebagai pusat ekosistem kreatif.

Penelitian lanjutan dapat memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana kolaborasi antaraktor dalam ekosistem ekonomi kreatif di Solo dapat dioptimalkan. Pertama, penting untuk mendalami lebih jauh bagaimana nilai-nilai budaya lokal dan interaksi informal yang sudah ada di Kota Solo dapat secara lebih efektif diintegrasikan ke dalam kerangka Penta Helix yang formal. Apakah ada pola komunikasi atau jejaring tradisional yang bisa menjadi fondasi kuat untuk memperkuat koordinasi dan membangun kepercayaan antar UMKM, pemerintah, komunitas, akademisi, dan media, sehingga mengatasi tantangan ketimpangan kapasitas dan perbedaan kepentingan? Kedua, mengingat UMKM ekonomi kreatif sangat beragam, akan bermanfaat untuk meneliti dinamika kolaborasi Penta Helix secara spesifik untuk sub-sektor tertentu, misalnya pada UMKM fesyen atau kuliner. Dengan menganalisis kebutuhan dan peluang kolaborasi yang unik di masing-masing sub-sektor, kita dapat mengidentifikasi model kolaborasi yang lebih adaptif dan kebijakan yang lebih bertarget, tidak lagi one-size-fits-all. Ketiga, karena penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas kolaborasi masih terbatas, studi mendatang dapat mengembangkan kerangka kerja atau indikator untuk mengukur keberhasilan kolaborasi Penta Helix. Bagaimana kita dapat secara konkret menilai dampak kolaborasi terhadap peningkatan kapasitas UMKM, perluasan akses pasar, atau adopsi inovasi digital? Dengan demikian, hasil penelitian ini akan memberikan panduan lebih praktis bagi para pemangku kepentingan dalam merancang dan mengevaluasi inisiatif kolaborasi di masa depan.

Read online
File size245.53 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test