MASOEMUNIVERSITYMASOEMUNIVERSITY

Jurnal AbdiMU (Pengabdian kepada Masyarakat)Jurnal AbdiMU (Pengabdian kepada Masyarakat)

Di tengah arus globalisasi dan percepatan digitalisasi, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pedesaan menghadapi tantangan serius dalam mempertahankan identitas lokal sekaligus meningkatkan daya saing di pasar yang semakin homogen. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan mendesak untuk membangun strategi branding yang tidak hanya mampu memperkuat keunikan budaya lokal, tetapi juga relevan dengan ekosistem digital saat ini. Metode yang digunakan meliputi Focus Group Discussion (FGD) dengan 20 pelaku UMKM guna mengidentifikasi produk unggulan, serta pengembangan strategi branding tiga lapis: fisik (kemasan dan logo), naratif (cerita budaya), dan digital (konten media sosial dan pemanfaatan AI untuk analisis pasar dan interaksi konsumen). Hasil penelitian menunjukkan adanya transformasi signifikan pada aspek visual produk, peningkatan nilai jual hingga 67%, serta perluasan saluran distribusi dari toko fisik ke platform digital. Luaran yang ditargetkan dari penelitian ini meliputi: model branding desa berbasis identitas lokal yang dapat direplikasi, peningkatan literasi digital pelaku UMKM, dan rancangan panduan operasional branding desa yang aplikatif. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan branding terintegrasi yang menggabungkan kearifan lokal dan teknologi tepat guna dapat menjadi strategi berkelanjutan dalam menghadapi tantangan homogenisasi budaya global. Keberhasilan model branding di Desa Cibungur diharapkan menjadi rujukan strategis bagi pengembangan UMKM desa lainnya di Indonesia.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penguatan identitas dan branding produk desa melalui pendekatan terintegrasi telah terbukti menjadi strategi efektif dalam meningkatkan daya saing ekonomi sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya lokal di Desa Cibungur.Implementasi tiga lapis strategi branding - fisik, naratif, dan digital - berhasil menciptakan rencana transformasi pada produk-produk unggulan desa.Temuan kunci penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan strategi branding desa bergantung pada tiga pilar utama.Pertama, pendalaman identitas lokal melalui eksplorasi menyeluruh terhadap elemen fisik (sumber daya alam, arsitektur) dan non-fisik (kearifan tradisional, keterampilan khas).Kedua, adopsi teknologi digital yang tepat guna, dimana media sosial berperan sebagai amplifier cerita budaya sementara AI meningkatkan efisiensi operasional.Ketiga, kolaborasi erat antara akademisi, pelaku UMKM, dan pemerintah desa dalam menciptakan ekosistem branding yang berkelanjutan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas pendampingan teknis penggunaan alat-alat digital bagi UMKM pemula, mengembangkan sistem pemantauan kualitas produk berbasis teknologi sederhana, serta menyusun panduan operasional branding desa yang dapat diadaptasi oleh wilayah lain dengan karakteristik serupa. Transformasi digital yang telah dimulai di Desa Cibungur perlu terus didukung melalui kebijakan berkelanjutan dari pemerintah daerah, khususnya dalam hal infrastruktur digital dan akses pembiayaan. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan strategi branding yang lebih spesifik untuk produk-produk unggulan desa, seperti gula aren, susu kambing, dan kue ali agrem, serta mengeksplorasi potensi pasar global untuk produk-produk tersebut.

  1. Comparison on the rule based method and statistical based method on emotion classification for Indonesian... doi.org/10.1109/ICITSI.2015.7437692Comparison on the rule based method and statistical based method on emotion classification for Indonesian doi 10 1109 ICITSI 2015 7437692
Read online
File size426.63 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test